Menu
Pencarian

Sepekan Setelah Idulfitri, Harga Pangan di Jatim Turun

Portaljtv.com - Jumat, 27 Maret 2026 09:37
Sepekan Setelah Idulfitri, Harga Pangan di Jatim Turun
Pedagang dan pembeli bertransaksi di pasar tradisional Jawa Timur di tengah penurunan harga pangan sepekan setelah Idulfitri. (Foto: Ahmad Syarwani)

SURABAYA - Harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Jawa Timur mulai menurun sepekan setelah Idulfitri 1447 H. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 27 Maret 2026, mayoritas komoditas pangan mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Penurunan paling tajam terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun drastis 41,36 persen atau Rp19.700 menjadi Rp28.000 per kilogram. Cabai rawit merah juga anjlok 29,08 persen atau Rp28.850 menjadi Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit hijau turun 22,08 persen menjadi Rp30.000 per kilogram dan cabai merah keriting melemah 12,2 persen ke harga Rp38.150 per kilogram.

Harga komoditas bawang juga mengalami penurunan. Bawang merah ukuran sedang turun 1,84 persen menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang putih ukuran sedang turun 3,69 persen ke Rp30.000 per kilogram.

Pada kelompok beras, harga bergerak bervariasi. Beras kualitas bawah I naik 6,23 persen menjadi Rp14.500 per kilogram dan medium I naik 4,08 persen menjadi Rp15.300 per kilogram. Beras kualitas medium II juga meningkat 4,26 persen ke Rp14.700 per kilogram. Sementara itu, beras kualitas bawah II turun tipis 0,37 persen menjadi Rp13.500 per kilogram dan beras kualitas super II relatif stabil di Rp15.500 per kilogram.

Baca Juga :   Jelang Idulfitri, Harga Pangan di Jatim Masih Tinggi

Di sektor protein hewani, pergerakan harga cenderung beragam. Daging ayam ras segar naik 5,01 persen menjadi Rp44.000 per kilogram. Namun, daging sapi kualitas I turun 4,97 persen ke Rp130.000 per kilogram dan kualitas II turun 3,69 persen menjadi Rp120.000 per kilogram. Telur ayam ras segar juga turun 1,64 persen ke harga Rp30.000 per kilogram.

Untuk komoditas lainnya, harga gula dan minyak goreng menunjukkan tren berbeda. Gula pasir premium naik 2,98 persen menjadi Rp19.000 per kilogram, sementara gula pasir lokal naik tipis 0,29 persen ke Rp17.500 per kilogram. Minyak goreng curah naik 4,27 persen menjadi Rp22.000 per liter dan minyak goreng kemasan bermerek I naik 2,09 persen ke Rp22.000 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek II turun 4,99 persen menjadi Rp20.000 per liter.

Secara umum, penurunan harga pangan mulai terlihat setelah momentum Idulfitri, terutama pada komoditas cabai yang sebelumnya melonjak signifikan. Kondisi ini diduga dipicu mulai meredanya permintaan masyarakat serta membaiknya pasokan di pasar tradisional Jawa Timur. (*)

Baca Juga :   Harga Pangan Jatim Kembali Naik di Pekan Kedua Ramadan

Editor : A. Ramadhan





Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.