PACITAN - Menikmati keindahan alam Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, tidak harus selalu dari bibir pantai. Di Muara Pantai Ngiroboyo, Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, wisatawan bisa mencoba pengalaman berbeda dengan bermain paddle board menyusuri perairan muara yang terhubung langsung dengan Amazonnya Indonesia yakni Sungai Maron.
Aktivitas ini menawarkan sensasi berdiri di atas papan yang mengapung di permukaan air, sembari mengayuh menggunakan dayung. Bagi pemula, menjaga keseimbangan menjadi tantangan tersendiri.
Pada awalnya, papan yang mudah bergoyang membuat tubuh harus terus menyesuaikan diri. Namun, setelah mulai menemukan keseimbangan, aktivitas ini justru terasa semakin menyenangkan.
“Awalnya memang agak susah menjaga keseimbangan. Apalagi ketika baru pertama kali naik, papan terasa goyang. Tapi setelah beberapa menit mulai terbiasa dan ternyata seru,” ujar Saras Mustika ditulis Senin, (12/10) pagi.
Baca Juga : Festival Film Horor Pacitan 2026 Dongkrak Omzet Pedagang hingga 80 Persen
Dari atas paddle board, wisatawan dapat menikmati suasana Muara Ngiroboyo dari sudut pandang berbeda. Air yang tenang, hijaunya pepohonan di sekitar muara, serta pemandangan kawasan pantai berpadu menjadi panorama yang menarik.
Sensasi berbeda juga dirasakan ketika papan mulai diarahkan menuju bagian muara yang lebih luas. Setiap kayuhan membawa wisatawan semakin jauh dari tepian, sekaligus memberikan pengalaman menjelajah perairan dengan cara yang berbeda.
“Yang paling menarik itu pemandangannya. Kalau biasanya kita melihat muara dari pinggir, sekarang bisa langsung berada di tengah air. Suasananya juga tenang,” lanjut pengunjung tersebut.
Baca Juga : Polres Pacitan Usut Dugaan Penipuan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan
Namun, bermain paddle board bukan berarti tanpa tantangan. Kesalahan menjaga posisi tubuh dapat membuat papan kehilangan keseimbangan dan penggunanya tercebur ke air.
Justru momen tersebut menjadi salah satu bagian paling seru, terutama bagi wisatawan yang baru pertama kali mencoba.
“Jatuh ke air itu pasti ada. Tapi justru di situ lucunya. Setelah jatuh, naik lagi dan mencoba menjaga keseimbangan sampai akhirnya bisa berdiri,” katanya.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Dinkes Pacitan Ingatkan Warga Waspadai Hantavirus
Sementara itu, bagi pemula, teknik dasar menjadi hal penting sebelum mulai menyusuri kawasan muara. Pengunjung perlu memahami cara berdiri, memegang dayung, hingga mengatur arah papan.
“Untuk pemula yang paling penting sebenarnya jangan panik. Awalnya bisa duduk atau berlutut dulu di atas papan, setelah merasa seimbang baru mencoba berdiri,” ujar instruktur atau pendamping paddle board.
Menurutnya, kondisi perairan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum aktivitas dimulai.
Baca Juga : Pemkab Pacitan Siapkan Skema Tiket Terusan Tiga Pantai Rp20 Ribu, Mana Saja?
“Kami juga melihat kondisi air dan cuaca terlebih dahulu. Kalau kondisinya memungkinkan, baru pengunjung bisa bermain. Keselamatan tetap menjadi yang utama,” imbuhnya.
Selain membutuhkan keseimbangan, aktivitas ini juga membuat tubuh aktif bergerak. Gerakan mendayung secara terus-menerus membutuhkan koordinasi antara tangan, kaki, dan tubuh agar papan tetap stabil.
“Paddle board ini bukan hanya untuk bersenang-senang. Pengunjung juga belajar menjaga keseimbangan dan mengendalikan papan. Jadi ada unsur olahraga sekaligus rekreasi,” jelasnya.
Baca Juga : Usung Tema Indigo, FFH Pacitan 2026 Hadirkan 75 Film di Lima Lokasi
Keberadaan aktivitas paddle board semakin menambah pilihan wisata di kawasan Ngiroboyo. Wisatawan tidak hanya dapat menikmati kawasan pantai, tetapi juga merasakan pengalaman beraktivitas langsung di atas air.
Bagi pengunjung, pengalaman tersebut memberikan kesan tersendiri karena bisa menikmati alam tanpa harus terburu-buru.
“Kalau biasanya datang ke pantai hanya foto-foto atau bermain air, di sini kita bisa mencoba sesuatu yang berbeda. Apalagi kalau datang bersama teman, pasti lebih seru,” ujar Farhan Halim pengunjung lainnya.
Muara Ngiroboyo menawarkan perpaduan antara aliran sungai dan laut dengan lanskap alam yang masih asri. Kondisi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana alam sekaligus mencoba aktivitas air.
Tak hanya wisatawan, aktivitas tersebut juga berpotensi menambah daya tarik kawasan Ngiroboyo sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman.
“Harapannya semakin banyak orang yang datang dan mencoba. Tetapi wisatawan juga harus tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak lingkungan sekitar,” kata Wildan Nur Swi Harmoko pengelola wisata.
Bagi pencinta wisata alam dan aktivitas luar ruang, mencoba paddle board di Muara Ngiroboyo bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati sisi lain keindahan Pacitan. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan























