SURABAYA - Sebagai negara maritim, Indonesia menyimpan peluang kerja yang sangat besar di sektor perkapalan. Isu strategis ini dibahas dalam program “Ruang Karir” yang tayang di JTV pada Rabu (11/2/2026). Mengangkat tema “Peluang Kerja di Sela Lalu Lintas Kapal Laut di Indonesia”, diskusi ini menghadirkan narasumber dari dunia akademik dan praktisi industri.
Kepala Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) ITS Surabaya, Teguh Putranto, menjelaskan bahwa Teknik Perkapalan merupakan bidang keilmuan yang fokus pada perancangan dan pembangunan kapal. Mahasiswa dibekali kemampuan mendesain kapal secara menyeluruh, mulai dari aspek stabilitas, kekuatan struktur, hingga proses produksi di galangan kapal.
“Insinyur perkapalan harus mampu memastikan kapal tetap stabil saat menghadapi gelombang dan memiliki struktur yang kuat agar aman saat beroperasi. Semua itu berbasis fisika dan matematika yang kuat,” jelas Teguh.
Kebutuhan akan armada kapal di Indonesia dinilai sangat tinggi, mengingat peran laut sebagai jalur utama distribusi logistik dan penumpang antarpulau, yang diperkuat melalui program nasional tol laut.
Baca Juga : Menembus Jepang, Menggenggam Masa Depan: Peluang Karier Global bagi Generasi Muda
Sementara itu, Nathaniel Richard Rupang Limbong, seorang Structure Engineer di PT Dharma Surya Samudera sekaligus alumni Teknik Perkapalan ITS, membagikan pengalamannya. Ia mengaku tertarik menekuni bidang ini karena ingin terlibat langsung dalam proses pembuatan kapal, mulai dari fase desain hingga konstruksi.
“Tantangan terbesar setelah lulus adalah menyelaraskan teori dengan kondisi lapangan. Banyak hal teknis baru yang dipelajari ketika sudah terjun langsung ke industri,” ungkap Nathaniel.
Dari sisi serapan tenaga kerja, Teguh menyebutkan bahwa berdasarkan data tracer study, lulusan Teknik Perkapalan ITS memiliki waktu tunggu kerja yang relatif singkat, yakni sekitar 4 hingga 5 bulan. Peluang karier pun kini meluas hingga ke sektor perbankan dan lembaga pembiayaan, khususnya untuk posisi analis investasi pembangunan kapal yang bernilai ratusan miliar rupiah.
Baca Juga : Sukses Berwirausaha dari Rumah: Pelatihan Menjahit Sepatu BLK Jombang Jadi Incaran Warga
Guna meningkatkan daya saing global, Departemen Teknik Perkapalan ITS juga menyediakan program double degree bekerja sama dengan Mokpo National University, Korea Selatan, serta tengah menjajaki kerja sama serupa dengan universitas di Inggris.
Dengan rasio persaingan masuk mencapai 1 banding 20, minat terhadap jurusan ini terus meningkat. Hal tersebut menunjukkan besarnya kesadaran generasi muda terhadap potensi sektor maritim. “Laut adalah masa depan bangsa. Generasi muda perlu mengambil peran dalam mengelola dan mengembangkan potensi maritim Indonesia secara optimal,” tegas Teguh. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















