Oleh: Made Oktavia Vidiyanti
Sawi merupakan sayuran berdaun hijau yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sawi memiliki daun melebar dengan pinggir bercuping bergelombang, berwarna hijau pucat, serta memiliki tulang dan tangkai daun yang cukup tebal.
Dalam ilmu botani, sawi dikenal dengan nama Brassica juncea dan termasuk ke dalam keluarga kubis-kubisan. Sawi sering diolah menjadi berbagai hidangan, seperti tumisan, campuran mi, sup, maupun pelengkap makanan tradisional lainnya. Selain kaya manfaat gizi, sawi juga mudah dibudidayakan sehingga banyak ditemukan di pasar tradisional maupun modern.
Di beberapa daerah, penyebutan sawi memiliki perbedaan istilah. Di Jawa dan Madura, kata sawi digunakan sama seperti dalam Bahasa Indonesia. Namun, di Banyuwangi, khususnya dalam bahasa Jawa dialek Using, sawi memiliki sebutan berbeda, yaitu sawen. Perbedaan ini dapat dilihat pada contoh kalimat berikut.
Bahasa Indonesia: Saya sedang menumis sawi.
Bahasa Jawa: Kula saweg ngoseng jangan sawi.
Bahasa Madura: Kaula ghi’abhaddi ghangan sawi.
Bahasa Jawa dialek Using: Isun olah jangan sawen.
Menariknya, di Banyuwangi istilah sawi justru merujuk pada ketela pohon atau singkong. Perbedaan makna ini menunjukkan adanya variasi kosakata antardaerah di Indonesia. Keragaman tersebut tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga mencerminkan keunikan budaya lokal di setiap wilayah. (*)
Editor : Iwan Iwe



















