Seorang remaja berusia 19 tahun asal Blitar ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Pakisaji setelah gagal mencuri kotak amal di Masjid Ar Rofiah, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Pelaku yang dalam kondisi mabuk ini hampir menjadi sasaran amukan massa sebelum diamankan.
Unit Reskrim Polsek Pakisaji berhasil mengamankan Daniel Bagus Setiawan, seorang remaja yang ditangkap saat hendak mencuri kotak amal di Masjid Ar Rofiah.
Kejadian ini terjadi ketika pelaku, yang diketahui dalam keadaan mabuk, merusak kaca masjid dengan obeng untuk mendapatkan uang dari kotak amal.
Baca Juga : Usai Viral, Aparat Gabungan Razia Warung ‘Kopi Cetol’ di Gondanglegi
Daniel, warga Dusun Serut, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, berusaha pulang ke Blitar namun tidak memiliki uang.
“Sebenarnya buat pulang ke Blitar, waktu itu nggak punya ongkos jadi saya nyuri,” ujar Daniel.
Ia mengakui bahwa ini adalah aksi pencurian ketiga kalinya, dengan dua kali terjadi di masjid yang sama dan satu kali di Tulungagung.
Baca Juga : Wisata Hits di Malang: Santera De La Fonte, Kebun Bunga dan Wahana Seru untuk Liburan Keluarga
“Pencurian ini sudah 3 kali, 2 kali di masjid yang sama ini dan yang 1 di Tulungagung,” ungkap Daniel.
Perbuatan Daniel diketahui oleh takmir masjid yang hendak melaksanakan Azan Dzuhur. Bersama perangkat desa dan Polsek Pakisaji, mereka segera mengamankan pelaku dari amukan warga yang marah terhadap tindakannya.
Menurut Veni Hari Wibowo, Kanit Reskrim Polsek Pakisaji, pelaku mencoba melakukan pencurian dengan cara memecah kaca jendela masjid dan berusaha mengambil uang dalam kotak amal.
Baca Juga : Mengamuk di Tengah Keramaian, Pemuda Pakisaji Dibekuk Polisi Saat Bawa Sajam
“Pelaku mencoba melakukan pencurian dengan cara memecah kaca masjid, selanjutnya masuk ke dalam masjid dan berusaha mengambil uang yang ada dalam kotak amal,” jelas Veni.
Daniel kini menghadapi tuntutan serius, di mana ia dijerat dengan Pasal 353 Ayat 1 ke 5e Juncto 53 KUHP tentang percobaan pencurian dengan pemberatan, yang ancamannya bisa mencapai tujuh tahun penjara.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap tindakan kriminal, terutama di tempat-tempat ibadah.(Khaerul Anwar/Miftakhu Alfi Sa'idin)
Editor : Iwan Iwe