KEDIRI - Program makan bergizi gratis di Kota Kediri mendapat sorotan. Sebanyak 79 siswa sekolah dasar dilaporkan mengalami dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu lalu dan menimpa siswa dari SDN Tempurejo 1 serta SDN Ketami 1 dan 2. Menyikapi kejadian ini, Pemerintah Kota Kediri langsung menghentikan sementara operasional dapur SPPG Tempurejo.
Kondisi dapur yang berada di kawasan Tempurejo kini tampak tertutup rapat. Tidak ada aktivitas memasak seperti hari-hari sebelumnya sejak kebijakan penghentian diberlakukan.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan menemukan adanya bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam sampel makanan yang dikonsumsi siswa.
Baca Juga : Diduga Keracunan MBG, 18 Siswa SDN Demangan 01 Madiun Dilarikan ke Rumah Sakit
“Dari hasil analisis laboratorium, ditemukan bakteri E. coli pada makanan,” ujarnya.
Meski demikian, kondisi para siswa dilaporkan berangsur membaik dan sebagian besar sudah dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
Pemkot Kediri juga telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penghentian sementara operasional dapur tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga : Puluhan Santri Ponpes Darut Taubah Jombang Pingsan, Diduga Keracunan Rawon Saat Berbuka Puasa
Hingga kini, pihak pengelola dapur SPPG Tempurejo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, Pemkot Kediri masih menunggu keputusan lanjutan dari BGN mengenai status operasional dapur ke depan. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















