SURABAYA - Puluhan karangan bunga memenuhi halaman Fakultas Kedokteran (FK) Unair, pasca pencopotan Dekan FK Unair. Karangan bunga tersebut, berisi dukungan kepada mantan Dekan FK Unair, Prof. Bus dan matinya demokrasi.
Suasana Fakultas kedokteran (FK) Universitas Airlangga Surabaya di jalan Prof. Dr. Moestopo terlihat berbeda, kamis (4/7) Siang. Puluhan karangan bunga dari berbagai kelompok dokter ini terlihat memenuhi halaman FK Unair.
Karangan bunga itu, beriskan beragam ucapan mulai dukungan kepada mantan Dekan FK Unair, Prof. Bus, yang baru saja dicopot dari jabatannya dan ada juga ucapan kritikan salah satunya hilangnya kebebasan berpendapat hingga matinya demokrasi.
Tak hanya dukungan melalui karangan bunga, dukungan moral datang dari Guru besar hingga para Dokter. Salah satunya, Guru Besar Unair Prof. Dr. Abdul Hafid Bajamal menyayangkan Rektor Unair mencopot Dekan FK Unair.
Baca Juga : Gamifikasi Mata Kuliah S1 dan Magister Manajemen FEB UNAIR Hasilkan 26 Sertifikat HaKI
“kami sangat prihatin, karena kesalahan sebesar apa yang membuat harus dicopot dari jabatannya. Mengingat sejumlah hasil karya dan prestasi yang sudah diraih oleh dia (Prof. Dr. Budi Santoso, red),” kata Prof. Dr. Abdul Hafid.
Prof. Dr. Abdul Hafid menyebut langka selanjutnya akan mengajukan pertanyaan kepada Rektor Unair untuk menjawab persoalan tersebut. Jika nanti tidak ada tanggapan, maka selanjutnya akan ada tindakan terukur.
“Jelas, kami akan tunggu jawaban dari Rektor hingga mengembalikan Prof.Bus sebagai Dekar FK Unair. Namun, jika tidak ada respon. Maka dengan tegas, kami akan melakukan aksi mogok mengajar,” tegasnya
Baca Juga : Pameran Lukisan Lidi Prof. Bambang Tjahjadi, Pesan Cinta Lingkungan dan Bangsa
Diketahui, dukungan kepada Prof. Bus dilakukan oleh civitas Akademika FK Unair setelah adanya pencopotan Dekan FK Unair ( Prof.Dr. Budi Santoso, red) oleh Rektor Unair, setelah sikapnya yang menolak kebijakan Kemenkes yang berencana mendatangkan dokter asing dirumah sakit vertikal Indonesia. Pendapat itu dianggap berbeda dengan rektorat. ( Selvi Wang )
Editor : Bagus Setiawan