Proyek drainase senilai 32 miliar rupiah di kawasan Suhat, Kota Malang akhirnya resmi dipastikan selesai. Namun, masih ada pekerjaan rumah lainnya. Yakni masa pemeliharaan enam bulan dan penataan kawasan agar bisa jadi percontohan. Proyek dengan anggaran mencapai 32 miliar rupiah ini langsung ditinjau Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.
Dalam peninjauannya pada hari Selasa sore, Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menilai proyek gorong-gorong di kawasan jalan Sukarno Hatta, Kota Malang secara fisik sudah selesai.
Tetapi, masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan. Emil juga menanggapi keluhan warga soal beberapa lubang yang masih terbuka dan terdapat material sedimen di dalamnya. Hal tersebut menjadi tanggung jawab dari pihak yang mengerjakan selama masa pemeliharaan.
Dalam wawancara, Emil Elistiyanto Dardak, Wagub Jatim menjelaskan bahwa Malang dapat dijadikan sebagai kota percontohan untuk mengembangkan aglomerasi metropolitan.
Baca Juga : Tak Sekadar Wisata, Mikutopia Hadirkan Edukasi Jamur dan Berdayakan Warga Lokal
“Kita ingin menjadikan Malang contoh kota. Sebagaimana ibu Gubernur mendorong betul Aglomerasi Metropolis di Surabaya raya, Malang raya. Karena kita percaya, kawasan Aglomerasi Metropolitan yang dikelola dengan baik, akan menghasilkan SDM yang lebih baik,” terangnya.
Dani, Salah satu pedagang yang berada di kawasan Suhat, bersyukur setelah ada gorong gorong, karena pada saat kondisi hujan datang, daerah tersebut sudah tidak banjir. Wagub juga memberi pesan pada warga sekitar untuk menjaga dan tidak merusak gorong gorong yang ada.
“Dulu banjir disini, sekarang Alhamdulillah tidak. Pak Gubernur juga nilang bahwagorong gorong ini harus dijaga dan jangan dirusak,” jelasnya.
Baca Juga : Trauma 135 Nyawa, Keluarga Korban Kanjuruhan datangi DPRD Kota Malang: Tolak Arema Vs Persebaya!
Tak hanya untuk mengatasi banjir, proyek ini juga diharapkan bisa meningkatkan wajah kota. Wagub Emil menyebutkan, bahwa nanti di sepanjang drainase ini akan ditambahkan fasilitas pedestrian atau trotoar untuk pejalan kaki. (Renata)
Editor : M Fakhrurrozi



















