BANYUWANGI - Tren penumpang yang melakukan mudik pada periode lebaran Idul Fitri tahun 2025 diprediksi akan mengalami peningkatan. ASDP Ketapang memprediksi kenaikan penumpang di sisi pelabuhan Ketapang akan naik sebanyak 10 persen sedangkan di sisi Gilimanuk peningkatan mencapai 14 persen dari tahun lalu.
Tahun 2024 lalu dari data ASDP Ketapang, jumlah penumpang dari Ketapang menuju Bali sejak H-7 sampai H-2 tercatat mencapai 148.915 orang. Jika terjadi kenaikan sebanyak 10 persen pada tahun ini, maka kemungkinan jumlah penumpang kapal yang menyeberang mencapai 162 ribu orang. Kemudian untuk arah dari Gilimanuk, tahun lalu jumlahnya mencapai 336.802 orang. Jika terjadi peningkatan sampai 14 persen, maka kemungkinan akan ada sekitar 383 orang yang menyeberang ke Jawa dari Bali tahun ini.
GM ASDP Ketapang, Yani Andriyanto mengatakan pihaknya sudah melakukan beberapa persiapan untuk mengurai kepadatan yang bisa terjadi akibat arus mudik. Salah satunya dengan persiapan dermaga, pengaturan pola operasi serta penyesuaian jadwal kapal. Kapan harus melakukan penambahan jumlah kapal dan mendatangkan kapal perbantuan.
Selain itu, di Dermaga Bulusan, kini juga bisa digunakan untuk mengangkut dan membongkar kendaraan. Ketika kondisi mendesak, dermaga tersebut bisa digunakan sebagaimana dermaga reguler. Namun tetap memperhatikan faktor cuaca di Selat Bali.
Yani menambahkan, prediksi peningkatan yang lebih tinggi dari arah Gilimanuk tak lepas dari tingginya jumlah pekerja dari arah Bali dan wilayah timur yang diprediksi akan kembali ke Jawa sebelum hari raya. Selain itu, jadwal hari raya Nyepi pada 29 Maret juga berpotensi meningkatkan angka pemudik dari Bali ke pulau Jawa.
Iapun berharap skema yang disiapkan ASDP bisa didukung dengan penyedia jasa transportasi logistik. Salah satunya dengan mematuhi kebijakan pembatasan kendaraan barang yang biasanya diatur pemerintah semenjak posko lebaran dibuka. Karena menurutnya jika kendaraan besar datang bersamaan dengan arus mudik, potensi kepadatan dan kemacetan sangat mungkin terjadi kembali.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi