Di era modern saat ini, kecanggihan Artificial Intelligence (AI) berkembang sangat pesat. Selain mempermudah pekerjaan manusia, teknologi ini juga mampu mempercepat berbagai proses dalam kehidupan sehari-hari.
Meski begitu, tidak semua hasil AI dapat diterima oleh masyarakat. Salah satunya adalah ketika teknologi ini digunakan untuk membuat foto makanan pada poster promosi.
Akun X bernama @bittercaffeines mengunggah foto sebuah poster penjual ayam goreng yang menggunakan gambar hasil AI di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dalam unggahannya pada 4 Agustus 2026, ia menuliskan, "Kemarin ke Blok M liat ini... LANGSUNG MERINDING."
Unggahan tersebut langsung menarik perhatian dan menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menilai penggunaan AI untuk foto makanan justru membuat tampilannya tidak menggugah selera karena bentuknya terlihat tidak realistis.
Baca Juga : WhatsApp Setop Dukung HP Lawas: Jutaan Pengguna Android dan iPhone Ini Wajib Waspada Sebelum Akhir 2026
Meski dinilai lebih cepat dan praktis, banyak warganet menyayangkan penggunaan AI untuk foto makanan. Menurut mereka, cukup dengan memotret makanan asli, hasilnya sudah jauh lebih menarik dan meyakinkan calon pembeli.
Perbincangan ini bahkan menarik perhatian pengguna media sosial dari luar negeri.
Salah satunya akun @frankiefey yang berkomentar, "Has anyone told restaurateurs that they don't need to use the 'crawling with maggots' setting when they AI-generate their food images?" berarti "Apa belum ada yang memberi tahu para pemilik restoran kalau mereka tidak perlu menggunakan mode 'dipenuhi belatung yang merayap' saat membuat gambar makanan dengan AI?”
Baca Juga : Menjadi Titik Putih di Dunia yang Terang
Tak sedikit pula warganet yang mengaku enggan membeli makanan yang dipromosikan menggunakan foto hasil AI. Mereka menilai gambar yang terlalu artifisial justru mengurangi selera makan dan menimbulkan kesan tidak meyakinkan.
Bagaimana menurutmu? Apakah kamu setuju dengan pendapat warganet bahwa penggunaan foto AI pada poster makanan justru membuat makanan terlihat kurang menggugah selera? (Adiybah Fawziyyah)
Editor : Iwan Iwe



















