NGAWI - Besaran pagu alokasi dana desa (DD) di Kabupaten Ngawi tahun ini turun drastis. Penurunan besaran dana desa yang diterima hanya mencapai 65 persen lebih. Akibatnya, sejumlah kegiatan peningkatan infrastruktur di desa terancam.
Besaran pagu alokasi dana desa di Kabupaten Ngawi pada tahun 2026 ini menurun. Tahun ini, total alokasi yang diterima bagi 213 desa di seluruh Kabupaten ngawi hanya sekitar Rp.72 miliar.
Baca Juga : Alokasi Dana Desa Turun dan Dana Desa Fokus Untuk Koperasi Merah Putih
Kepala bidang pemerintahan desa dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) Ngawi, Arif Syaifudin menjelaskan, berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan Dirjen Perimbangan Keuangan, total dana desa yang sudah terinformasikan diterima desa adalah sebesar Rp.72 miliar, dari jumlah pagu di APBN Rp.190 miliar. Sehingga terjadi penurunanan antara 60 hingga 70 persen.
Dijelaskannya jika pada tahun tahun sebelumnya tiap desa bisa mendapat Rp.800 juta hingga Rp.1 miliar, kali ini hanya di kisaran Rp.240 juta hingga Rp.370 juta. Penurunan anggaran dana desa ini maka akan berdampak pada kegiatan infrastruktur di desa.
Baca Juga : Desa Segera Terima Dana RT, Kelurahan Masih Terkendala Administrasi
Arif Syaifudin, Kabid Pemerintahan Desa DMPD Ngawi menjelaskan, “Untuk program prioritas saya kira masih sama, karena di Permendes 16 tahun 2025 untuk fokus penggunaan dana desa. Tahun 2026 ini, termasuk BLT, kemudian untuk perubahan iklim atau bencana, sampai dengan ketahanan pangan itu juga masih ada. Jadi, saya kira untuk program prioritas yang ditetapkan oleh Pusat itu masih sama.”
Arif menambahkan sesuai dengan ketentuan dengan anggaran yang ada saat ini program prioritas untuk pemberdayaan masyarakat, seperti posyandu, BLT dan bantuan rumah tidak layak huni tetap harus di kedepankan. (Renata)
Baca Juga : DPMD Perkirakan DD Tahap Pertama Cair Maksimal Bulan Depan
Editor : M Fakhrurrozi



















