SUMENEP - Suasana Ramadan di berbagai daerah selalu diwarnai tradisi unik dan penuh makna. Di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sekelompok pemuda rutin memainkan musik patrol atau yang dikenal sebagai musik tong-tong untuk membangunkan warga saat sahur. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol pelestarian budaya lokal yang terus dijaga hingga kini.
Tradisi membangunkan sahur dengan musik patrol masih lestari di pusat Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep. Setiap dini hari, mulai pukul 01.00 hingga 02.00 WIB, puluhan pemuda berkeliling pusat kota sambil memainkan musik tong-tong guna membangunkan warga agar bersantap sahur.
Jumlah pemuda yang terlibat pun tidak sedikit, berkisar antara 40 hingga 80 orang. Sebagian memainkan alat musik, sementara lainnya mendorong kereta yang oleh warga setempat disebut sebagai sasis.
Koordinator Musik Tong-Tong Putra Sidingpuri Sumenep, Eko, mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap Ramadan sebagai bentuk komitmen menjaga tradisi warisan leluhur sekaligus mempererat kebersamaan antar pemuda.
“Musik tong-tong ini adalag musik yang selalu ditungu-tunggu masyarakat pada saat sahur di bi bulan suci ramadan,” ujar Eko, Senin (23/2/2026).
Beragam alat musik tradisional digunakan dalam pertunjukan tersebut, seperti kentongan, kleningan, trompet, dan alat musik lainnya. Perpaduan alat-alat itu menghasilkan irama harmonis dan khas, menciptakan suasana Ramadan yang semarak sekaligus hangat.
Pengurus Musik Tong-Tong Lanceng Sarkaju, Isman Fajar Hidayat, menyebut musik patrol tidak hanya menghadirkan keindahan bunyi, tetapi juga menjadi pengingat nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, karakter musik yang dinamis membuatnya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas aslinya.
“Musik patrol yang dilakukan pada saat sahur ini merupaka tradisi di Sumenep setiap bulan suci ramadan tujuannya untuk membangunkan warga untuk sahur,” kata Isman Fajar
Ia menambahkan, bagi masyarakat Sumenep, musik patrol bukan sekadar penanda waktu sahur. Tradisi ini juga menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Kini, musik patrol telah menjadi bagian dari identitas budaya Sumenep, memadukan unsur kesenian tradisional dengan semangat Ramadan yang penuh kebersamaan. (Fawas Irfani)
Editor : JTV Madura



















