NGAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 miliar untuk pematangan lahan makam baru di Kelurahan Margomulyo. Langkah strategis ini diambil guna mengatasi krisis lahan pemakaman akibat tingginya kebutuhan dan kondisi makam eksisting yang kian padat.
Pada Selasa (21/7/2026), rangkaian pembahasan awal telah dilakukan melalui APBD induk dan dilanjutkan dengan pemetaan lahan secara menyeluruh pada Perubahan APBD (APBD-P) 2026.
Proses pematangan lahan makam baru ini mencakup area seluas kurang lebih 1,8 hektare di kawasan Margomulyo.
Pekerjaan fisik tidak hanya berfokus pada pemerataan struktur tanah, tetapi juga menjangkau area hingga ke tepi Bengawan Solo. Di lokasi tersebut, pemerintah akan membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) agar kawasan pemakaman aman dari risiko erosi dan luapan air sungai.
"Mengenai lahan di Margomulyo, kami sudah melakukan pembahasan pada APBD induk tahun ini. Selanjutnya, pemetaan lahan secara detail akan dilaksanakan pada perubahan APBD 2026," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Ngawi, Maftuh Affandi.
Pembangunan fasilitas pemakaman baru ini dirancang secara bertahap oleh pemerintah daerah, mencakup penyesuaian tembok keliling hingga peningkatan akses jalan umum menuju lokasi makam.
Dengan perencanaan yang terstruktur, lokasi pemakaman baru di Ngawi ini ditargetkan mulai beroperasi dan dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat pada akhir tahun 2027.
"Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2027, kami akan melanjutkan ke tahap pembangunan tembok pemagaran dan akses pendukungnya," pungkas Maftuh. (*)
Editor : Iwan Iwe



















