NGAWI - Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani pada musim tanam tahun 2026 dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan di tengah gejolak global yang berdampak pada kenaikan harga pupuk nonsubsidi.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi, Hendro Budi Suryawan, menegaskan bahwa petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi.
“Kami pastikan stok pupuk bersubsidi aman dan masih mencukupi untuk kebutuhan petani. Penyaluran juga terus kami koordinasikan agar tidak mengalami kendala,” ujar Hendro.
Ia menjelaskan, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2026 telah disesuaikan dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) yang telah disetujui pemerintah.
Baca Juga : Ditjen KKP RI dan Pupuk Indonesia Sosialisasikan Pupuk Bersubsidi ke Petani Tambak di Gresik
Adapun rinciannya meliputi pupuk urea sebesar 41.661 ton, pupuk NPK sebanyak 31.599 ton, serta pupuk organik mencapai 5.314 ton.
Hingga akhir Maret 2026, penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Ngawi baru mencapai sekitar 17,5 persen. Dengan capaian tersebut, ketersediaan pupuk dinilai masih sangat mencukupi untuk mendukung aktivitas pertanian ke depan.
“Penyerapan saat ini masih relatif rendah, sehingga stok yang ada masih aman untuk kebutuhan musim tanam berikutnya,” tambahnya.
Selain itu, Hendro juga menyebut bahwa angka tersebut belum termasuk kemungkinan adanya re-alokasi pupuk yang biasanya dilakukan pada bulan Agustus. Hal ini membuka peluang adanya tambahan pasokan pupuk bersubsidi.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kenaikan harga untuk pupuk bersubsidi. Berbeda dengan pupuk nonsubsidi yang mengalami kenaikan akibat pengaruh kondisi global.
“Kalau untuk pupuk bersubsidi, harganya tetap stabil. Sementara kenaikan pada pupuk nonsubsidi bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah,” tegas Hendro.
Pemerintah daerah berharap kondisi ini dapat menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Ngawi tetap stabil, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menghadapi musim tanam tahun ini.
Editor : JTV Madiun

















