LUMAJANG -
Sekolah dasar yang ambruk di terjang erupsi semeru 19 november lalu, tidak akan dibangun ulang oleh pemkab lumajang. Bupati pastikan akan meregrouping atau menggabungkan seluruh siswa ke lembaga sekolah lain di luar zona merah.
Nasib 94 siswa sekolah dasar supit urang dua, akhirnya menuai titik terang. Pemerintah lumajang memastikan akan meregrouping atau menggabungkan siswa sekolah dasar itu ke lembaga sekolah lain yaitu di sd negeri supit urang satu, di desa supit urang kecamatan pronojiwo lumajang.
Pemerintah memilih melakukan regrouping dari pada membangun ulang lembaga sekolah di tempat asal, lantaran titik sekolah dasar negeri supit urang dua berada di wilayah zona merah.
Selain itu kebijakan regrouping dilakukan sebagai langkah kongkrit agar hak pendidikan anak tetap berjalan tanda penundaan.
Kedepanya, pemerintah setempat akan meningkatkan kapasitas di lembaga sekolah dasar negeri supit urang satu agar mampu menampung penambahan siswa dari sekolah sd negeri supit urang dua.
Sementara itu diketahui sebelumnya, bangunan sekolah dasar negeri supit urang dua, di blok kamar a, dusun sumbersari desa supit urang , kecamatan pronojiwo lumajang, bangunannya lenyap tanpa sisa diterjang dahsyatnya erupsi semeru 19 november lalu.
Editor : JTV Jember



















