SURABAYA - Maraknya modus penipuan tiket kapal, mendapat perhatian PT PELNI (Persero) Cabang Surabaya. Untuk itu, PT PELNI Cabang Surabaya mengimbau seluruh masyarakat dan calon penumpang kapal untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan tiket yang saat ini semakin marak dan beragam.
Kepala Cabang PT PELNI (Persero) Surabaya, Roni Abdullah, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi dan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi laut turut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan mengatasnamakan PELNI.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan tiket PELNI dengan harga, cara pembayaran, maupun proses pemesanan yang tidak sesuai dengan prosedur resmi. Modus penipuan saat ini semakin beragam, sehingga masyarakat perlu lebih teliti sebelum melakukan transaksi,” ujar Roni Abdullah.
Menurutnya, modus yang ditemukan dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi dan media sosial. Pelaku dapat mengaku sebagai agen, petugas, maupun pihak yang seolah-olah memiliki akses khusus untuk menyediakan tiket kapal PELNI, dengan membuat akun media sosial palsu menggunakan foto dan video yang du ambil dari akun resmi PELNI.
Selain menawarkan tiket, pelaku juga dapat membuat berbagai alasan untuk meminta calon korban melakukan pembayaran ke virtual account seolah - olah milik pihak resmi PELNI dengan metode pembayaran tertentu yang tidak sesuai dengan mekanisme resmi.
Roni menegaskan bahwa masyarakat perlu memastikan setiap informasi mengenai jadwal kapal, ketersediaan tiket, harga, serta proses pembelian diperoleh melalui Aplikasi PELNI MOBILE dan kanal resmi PT PELNI.
“Jangan hanya tergiur karena ditawarkan tiket dengan proses yang cepat atau harga yang terlihat menarik. Pastikan terlebih dahulu sumber informasinya dan lakukan pembelian hanya melalui Aplikasi PELNI MOBILE. Jika ada pihak yang meminta pembayaran dengan cara yang mencurigakan, sebaiknya jangan dilanjutkan sebelum mendapatkan kepastian,” jelasnya.
*Kenali Ciri-Ciri Penipuan*
PT PELNI mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai beberapa indikasi yang patut dicurigai, antara lain:
* Penawaran tiket melalui akun media sosial atau nomor pribadi yang tidak dapat diverifikasi.
* Pelaku mengaku sebagai pegawai atau agen PELNI namun tidak dapat menunjukkan identitas atau kanal resmi.
* Harga atau biaya yang ditawarkan tidak sesuai dengan informasi resmi.
* Calon penumpang diarahkan melakukan transfer ke rekening pribadi atau rekening yang tidak jelas keterkaitannya dengan transaksi resmi.
* Pelaku meminta data pribadi atau kode tertentu dengan alasan untuk proses penerbitan tiket.
* Adanya tekanan untuk segera melakukan pembayaran dengan alasan tiket akan habis atau reservasi akan dibatalkan.
* Bukti pembayaran atau tiket yang diberikan tidak dapat diverifikasi melalui sistem resmi.
*Masyarakat Diminta Tidak Mudah Membagikan Data Pribadi*
Selain kewaspadaan dalam melakukan pembayaran, calon penumpang juga diminta untuk menjaga keamanan data pribadi.
“Kami juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan memberikan data pribadi maupun informasi lain yang bersifat rahasia kepada pihak yang mengaku sebagai petugas PELNI,” tambah Roni.
PT PELNI mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya penipuan dengan melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum membeli tiket maupun melakukan pembayaran.
PT PELNI Cabang Surabaya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan transportasi laut yang aman dan terpercaya sekaligus mengedukasi masyarakat agar semakin terlindungi dari berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















