Jonatan Christie mengungkapkan kekecewaaan dan menyampaikan permohonan maaf setelah gagal menyumbang poin karena kekalahan dari Shi Yu Qi pada partai final beregu putra Asian Games 2026.
Kendati beregu putra mendapatkan medali emas Asian Games 2026, Jonatan gagal tampil maksimal. Tidak hanya karena kalah di final, tetapi juga tidak memberi poin dalam dua laga sebelumnya.
"Pertama-tama pastinya saya mengucapkan permohonan maaf karena belum sekalipun bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia. Jujur, sangat-sangat kecewa dengan penampilan saya di partai beregu kali ini," kata Jonatan setelah pertandingan.
"Saya sudah coba untuk bermain lebih agresif, saya coba bermain untuk fighting spirit-nya ditambah lagi, tapi itu saja belum cukup. Memang masih banyak kurangnya, masih banyak kesalahannya. Masih jauh dari apa yang saya harapkan, apa yang saya siapkan juga," imbuhnya.
Kiprah Jonatan di beregu putra memang ironi. Bergabung ke skuad dengan label tunggal putra nomor satu dunia, Jonatan justru tampil antiklimaks. Tiga kekalahan dari tiga kali bermain menjadi catatan buruk.
Jonatan yang diharapkan sebagai tumpuan tak mampu menyumbang poin. Puncaknya, Jonatan kalah 13-21, 18-21 dari Shi Yu Qi di final. Beruntungnya, Indonesia bisa comeback dan menang 3-2 atas China.
Sejatinya, Jonatan bukan tanpa usaha untuk memperbaiki performanya. Atlet 29 tahun ini mengaku mencoba melakukan evaluasi. Namun, hasilnya memang masih jauh dari harapan.
"Dari main pertama, main kedua, kekalahan demi kekalahan, saya sudah coba untuk improve. Saya belajar dari kemarin kurangnya apa, hari ini saya coba lagi. Tapi ya balik lagi itu tidak cukup." ujar Jonatan.
"Untuk saat ini saya rasa saya perlu untuk menenangkan diri dulu. Saya harap dengan besok mungkin ada rest satu hari, bisa sedikit banyak membantu persiapan untuk pertandingan di individual," pungkasnya.
Editor : Khasan Rochmad



















