MADIUN - Harga sejumlah komoditas cabai di Pasar Tradisional Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini telah dirasakan para pedagang dan pembeli dalam kurun waktu dua hari terakhir akibat menyusutnya pasokan dari daerah penghasil pada Senin (28/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga cabai rawit melonjak naik dari kisaran Rp60.000 rupiah menjadi Rp70.000 rupiah per kilogram. Sementara itu, cabai merah keriting merangkak naik dari Rp35.000 rupiah menjadi Rp45.000 rupiah per kilogram, dan cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp25.000 rupiah menjadi Rp32.000 rupiah per kilogram.
“Kan saya jualan rujak. Kalau harga cabai naik dan mahal, saya jadi rugi. Kadang konsumen juga minta rujaknya pedas. Sementara harga jualnya hanya 7.000 per bungkus, jadi kalau cabainya mahal, keuntungan saya berkurang,” ujar Wartini, salah satu pembeli di pasar tersebut.
Dampak dari lonjakan harga ini turut dikeluhkan oleh para konsumen yang terpaksa mengubah pola pembelian harian mereka. Sebagian besar pembeli kini harus menyiasati tingginya harga kebutuhan dapur dengan mengurangi volume belanja dari biasanya setengah kilogram menjadi hanya seperempat kilogram saja demi menghemat pengeluaran.
Baca Juga : Harga Cabai Rawit di Pasar Probolinggo Tembus Rp60 Ribu Per Kilogram, Telur Naik Jadi Rp26 ribu
"Ya harapannya ya semoga murah semua, Mas," imbuh Wartini.
Menanggapi situasi tersebut, Analis Perdagangan Ahli Muda Disperdakop UM Kabupaten Madiun, Dian Purwantini, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai rawit dan cabai lainnya dipicu oleh berakhirnya masa panen raya di tingkat petani. Selain itu, faktor cuaca kemarau panjang yang berkepanjangan turut berdampak negatif pada penurunan tingkat produktivitas tanaman cabai di berbagai wilayah sentra.
"Untuk harga cabai rawit, terutama cabai rawit yang juga berdampak maju, memang mengalami kenaikan untuk beberapa hari terakhir. Jadi, mulai hari ini, hari ini tuh cabai rawit berkisaran harganya antara 65 sampai 72, tergantung jenis cabainya," jelas Dian Purwantini.
Baca Juga : Harga Pangan Hari Ini: Daging Ayam dan Cabai Rawit Merah Naik, Bawang Merah Turun
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa berkurangnya pasokan tidak hanya terjadi di tingkat lokal Kabupaten Madiun, tetapi juga merata di sejumlah sentra pemasok seperti Pasar Inpres Kediri. Kondisi iklim ekstrem akibat dampak El Nino juga dinilai memperparah kondisi tanaman cabai sehingga banyak yang mengalami gagal panen atau mati sebelum waktunya.
"Untuk imbasnya, mungkin banyak tanaman cabai yang mati karena memang dampak El Nino berdampak sekali di tanaman," tegasnya.
Guna meredam gejolak harga di pasaran, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro berkomitmen untuk terus mengintensifkan pemantauan harga secara berkala. Langkah koordinasi aktif dengan wilayah penghasil serta sentra produksi juga terus diperkuat untuk memastikan ketersediaan stok pangan tetap terjaga bagi masyarakat.
Baca Juga : Harga Pangan Jatim: Cabai Turun Tajam, Bawang Merah dan Daging Mulai Melandai
"Pemerintah Kabupaten Madiun salah satu langkahnya tetap melakukan pemantauan harga, koordinasi dengan wilayah penghasil, sentra produksi cabai, dan melakukan pasar murah," pungkas Dian.
Editor : Iwan Iwe



















