MADIUN - Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwalkot) Madiun 2024 telah selesai, dengan tingkat partisipasi pemilih tercatat sebesar 77,33 persen.
Dari total 154.712 pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebanyak 119.647 orang menggunakan hak pilihnya di 275 Tempat Pemungutan Suara (TPS), sementara 35.065 orang tercatat sebagai golput.
Meski angka partisipasi meningkat dibandingkan Pilwalkot 2018, yang mencatat golput sebanyak 43.890 orang, Ketua KPU Kota Madiun, Pita Anjarsari, menilai masih ada pekerjaan rumah untuk meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pesta demokrasi mendatang.
“Lebih menggencarkan lagi intensitas sosialisasi, sebenarnya kalau kuantitas dan kualitas sosialisasi sudah kita tingkatkan, tetapi intensitas keseringannya yang mungkin nanti kita tambah lagi untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh segmentasi pemilih,” ujar Pita.
Baca Juga : Inda Raya dan Andro Rohmana Berebut Rekom Bacawawali Madiun
Pita menjelaskan bahwa salah satu fokus evaluasi adalah metode sosialisasi.
“Kalau zaman dulu mungkin sosialisasi keliling itu efektif. Tapi mungkin untuk saat ini evaluasinya adalah semuanya atau sebagian besar pemilih menggunakan media sosial. Mungkin nanti akan kami tingkatkan untuk sosialisasi media sosial,” katanya.
Ia juga menyoroti pengaruh keberadaan calon terhadap antusiasme masyarakat.
“Keberadaan calon pasti memengaruhi partisipasi masyarakat, termasuk semangat dari para pemilih yang menggunakan hak pilih. Itu juga dipengaruhi oleh bagaimana cara calon itu meyakinkan para pemilih untuk menggunakan hak pilih dan mencoblos masing-masing pasangan calon tersebut,” tambahnya.
Pada Pilwalkot kali ini, pasangan calon nomor urut 2, Maidi-F Bagus Panuntun, berhasil meraih suara terbanyak, mengalahkan pasangan nomor urut 1, Inda Raya-Aldi Dwi, dan pasangan nomor urut 3, Bonie-Bagus Rizki.
Meski begitu, KPU Kota Madiun terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat di masa depan, salah satunya dengan merancang strategi sosialisasi yang lebih efektif, terutama melalui media sosial.
Dengan evaluasi yang terus dilakukan, diharapkan Pilkada mendatang dapat mengurangi angka golput lebih signifikan dan meningkatkan partisipasi aktif masyarakat. (Kriswanto/Dhelfia Ayu)
Editor : Iwan Iwe