TRENGGALEK - Niat hati hendak menyelamatkan tanaman kopi miliknya dari amukan si jago merah, Dulmungit, 83, warga Desa Gador, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, justru bernasib tragis. Lansia tersebut ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar parah di lahan pertanian miliknya pada Kamis (17/9) pagi.
Peristiwa naas itu bermula saat korban mengetahui kawasan lahan miliknya di Dusun Pingit Kidul, Desa Gador, dilanda kebakaran pada Rabu (16/9) sekitar pukul 11.00 WIB. Khawatir hasil pertaniannya hangus, korban bergegas pergi ke ladang seorang diri demi mengamankan tanaman kopi miliknya.
Namun, hingga sore hari sekitar pukul 16.00 WIB, korban tak kunjung kembali ke rumah. Pihak keluarga yang mulai cemas lantas berkoordinasi dengan warga sekitar untuk melakukan pencarian menyisir area ladang hingga malam hari, lalu dilanjutkan pada keesokan harinya.
Pencarian marathon tersebut akhirnya membuahkan hasil pilu. Korban ditemukan dalam kondisi terlentang di tengah lahan sekitar pukul 04.30 WIB dengan luka bakar serius yang hampir menyelimuti sekujur tubuhnya.
Baca Juga : Data Desil Tak Akurat dan BPJS Mati, DPRD Trenggalek Keluarkan Tiga Rekomendasi Penting
"Korban mendatangi lokasi kebakaran sendirian untuk menyelamatkan tanaman kopinya. Diduga korban terjebak dalam kepungan api saat berusaha memadamkan kebakaran tersebut," ungkap Sekretaris Desa Gador Suyono.
Usai dievakuasi, jasad korban langsung menjalani pemeriksaan medis di lokasi. Petugas kepolisian dan tim medis memastikan tidak menemukan adanya tanda-tanda kejanggalan atau unsur penganiayaan pada tubuh korban.
"Dari hasil pemeriksaan luar oleh petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari benda tumpul maupun benda tajam. Pihak kepolisian menyimpulkan korban murni meninggal dunia akibat luka bakar," terang Wakapolsek Durenan Iptu Dwi Siswo. (Simon Bagus-Mochammad Herlambang)
Editor : JTV Kediri



















