NGAWI - Produktivitas tanaman tembakau di Kabupaten Ngawi diprediksi meningkat pada 2026. Kondisi cuaca yang cukup panas dinilai mendukung pertumbuhan tanaman tembakau. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi juga terus melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari proses pembibitan hingga panen.
DKPP Kabupaten Ngawi mencatat, luasan tanam tembakau pada tahun ini mencapai sekitar 2.000 hektare. Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 1.200 hektare.
Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi, Anita Denni Arganingrum, mengatakan monitoring dan pendampingan terhadap petani tembakau terus dilakukan. Di Kabupaten Ngawi terdapat beberapa jenis varietas tembakau, di antaranya Srumpung, Puwosoto, dan Prancak 95.
Dengan kondisi cuaca yang mendukung, produktivitas tembakau diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 ton per hektare. Sementara harga jual tembakau rajangan kering saat ini berada di kisaran Rp25 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram.
Anita Denni Arganingrum | Kabid Perkebunan dan Hortikultura DKPP Ngawi mengatakan, peningkatan luasan tanam dan kondisi cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor yang mendorong produktivitas tembakau tahun ini.
Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Ngawi, Sojo, mengatakan dari 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi, terdapat 14 kecamatan yang memiliki lahan tembakau.
Menurutnya, kondisi cuaca yang sangat mendukung membuat pertumbuhan tanaman tembakau lebih optimal sehingga produktivitas panen tahun ini diperkirakan meningkat.
Sojo | Ketua APTI Ngawi menyebut, komoditas tembakau menjadi salah satu andalan petani Ngawi saat memasuki musim kemarau. Dalam setahun, produktivitas panen tembakau di Ngawi dapat mencapai sekitar 3.600 hingga 3.800 ton.
Produksi tersebut juga didukung kerja sama dengan sejumlah mitra pabrik yang menjadi bagian dari rantai pemasaran hasil panen tembakau petani.
Editor : JTV Madiun



















