KEDIRI - Kenaikan harga minyak goreng kemasan terjadi di sejumlah pasar tradisional di Kota Kediri dalam sepekan terakhir. Dampaknya langsung terasa: penjualan pedagang merosot hingga 30 persen.
Di Pasar Setono Betek, misalnya, harga minyak goreng kemasan naik sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000 per liter. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp 20 ribu, kini menjadi Rp 21 ribu hingga Rp 22 ribu per liter.
Pedagang menyebut kenaikan harga dipicu oleh gejolak global serta naiknya biaya bahan kemasan, terutama plastik. Kondisi ini membuat harga jual di tingkat pasar ikut terdongkrak.
“Biasanya penjualan stabil, sekarang turun sekitar 30 persen sejak harga naik,” ujar Andri Dian Cahyono, salah satu pedagang.
Baca Juga : Hujan dan Gelombang Tinggi Landa Perairan Jatim, Harga Ikan di Kediri Melambung
Tak hanya harga yang naik, pedagang juga mengeluhkan terbatasnya pasokan minyak goreng subsidi, Minyakita. Dalam kondisi normal, mereka bisa mendapat pasokan hingga 30 karton per minggu. Kini jumlahnya menyusut drastis menjadi sekitar 13 karton.
Keterbatasan stok ini makin memperparah kondisi pasar. Konsumen kesulitan mencari minyak goreng dengan harga terjangkau, sementara pedagang kehilangan potensi penjualan.
Para pedagang berharap pemerintah segera menambah distribusi minyak goreng subsidi agar pasokan kembali normal dan daya beli masyarakat bisa terjaga. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















