BLITAR - Sebanyak 10 siswa berkebutuhan khusus dari SLB Negeri 1 Kota Blitar mendadak harus dilarikan ke fasilitas kesehatan akibat diduga mengalami keracunan makanan. Insiden tersebut terjadi usai para siswa menyantap paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah.
Peristiwa bermula saat kiriman menu MBG tiba di lingkungan sekolah seperti biasa sekitar pukul 09.00 WIB. Pihak sekolah sebenarnya sempat menerima pemberitahuan susulan dari pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bahwa paket makanan yang dikirimkan tersebut ternyata tidak layak konsumsi.
Namun, peringatan tersebut datang terlambat. Sebanyak 10 orang siswa terlanjur mengonsumsi makanan bermasalah itu hingga tak lama kemudian mulai menunjukkan gejala keracunan. Pihak sekolah yang panik melihat kondisi para murid langsung bergegas melarikan mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
"Kami langsung bergerak cepat melarikan anak-anak menuju layanan kesehatan terdekat begitu mereka menunjukkan gejala keracunan," terang Yulia, salah seorang guru SLB Negeri 1 Kota Blitar.
Baca Juga : Mual dan Muntah Usai Santap Ayam Katsu dan Melon, 9 Siswa SD di Kediri Diduga Keracunan MBG
Sebagian besar korban langsung dibawa ke Puskesmas Kepanjenkidul untuk mendapat pertolongan pertama. Namun, lantaran ruang Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas setempat tidak muat menampung seluruh pasien, satu siswa terpaksa dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar Agus Saptono membenarkan adanya penanganan satu siswa rujukan dari puskesmas tersebut. Pihaknya langsung memberikan tindakan medis darurat begitu pasien tiba di rumah sakit.
"Satu siswa dilarikan ke rumah sakit kami karena ruang UGD Puskesmas Kepanjenkidul penuh. Beruntung pasien berhasil ditangani dengan cepat dan sudah diperbolehkan pulang pada hari yang sama," jelas Agus Saptono.
Baca Juga : Menu MBG Diduga Bermasalah, 10 Siswa SLB Negeri 1 Kota Blitar Dilarikan ke Faskes
Saat ini, seluruh siswa yang sempat menjalani perawatan medis dilaporkan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing setelah kondisinya membaik. Sementara itu, indikasi pasti pemicu keracunan masih dalam proses penyelidikan dan uji laboratorium oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar. (Qifthirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















