SURABAYA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu'ti melakukan kunjungan kerja ke SMA Amanatul Ummah, di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya, Sabtu (7/2/2026) siang.
Kedatangan Mendikdasmen disambut Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA. Kehadiran Menteri Abdul Mu'ti disambut tarian Saman yang dibawakan secara apik oleh siswa SMA Amanatul Ummah.
Dalam sambutannya, Menteri Abdul Mu'ti menekankan bahwa pendidikan harus menumbuhkan kecerdasan dan nilai hati agar ilmu melekat serta membentuk karakter kuat siswa Amanatul Ummah Surabaya dalam pembinaan generasi muda berdaya saing nasional.
“Ilmu itu ada di dalam hati, bukan hanya di dalam tulisan. Ketika ilmu sudah masuk ke hati, maka ilmu itu tidak ke mana-mana,” kata Abdul Mu’ti.
Baca Juga : Ribuan Santri Amanatul Ummah Gelar Sholat Gaib Korban Bencana Sumatera
Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), penting untuk dikuasai, namun tidak boleh menjadikan manusia bergantung sepenuhnya pada teknologi. Menurutnya, teknologi hanya bekerja selama ada listrik dan jaringan pendukung.
“Teknologi harus kita kuasai, tetapi teknologi tidak boleh menjadi juragan kita. Kita harus berada di atas teknologi, bukan diperbudak olehnya,” ujarnya.
Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia Indonesia harus diarahkan pada pembentukan generasi dengan tiga karakter utama, yakni knowledgeable, capable, dan humble.
Baca Juga : KH. Asep Saifuddin Chalim Raih Penghargaan Tokoh Peduli Anak Bidang Pendidikan dan Kesehatan dari KPAI
Generasi knowledgeable dipahami sebagai generasi berilmu luas dan mendalam, yang dalam istilah Al Quran disebut ulul ilmi dan rasikhuna fil ilmi, melalui kebiasaan membaca, bertanya, dan belajar sepanjang hayat.
Sementara itu, generasi capable merupakan generasi yang memiliki kecakapan hidup dan keterampilan, termasuk penguasaan teknologi dan kemampuan adaptasi.
Adapun generasi humble adalah generasi yang berakhlakul karimah, berintegritas, mampu bekerja sama, dan memiliki empati sosial.
Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen Kemendikdasmen untuk mewujudkan kebijakan pendidikan bermutu untuk semua, dengan penguatan peran guru sebagai kunci utama.
“Jika pendidikannya bermutu dan gurunya hebat, insyaallah murid-muridnya juga akan hebat. Dari sanalah Indonesia yang maju dan bermartabat dapat terwujud,” tuturnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH Asep Saifuddin Chalim, MA., mengaku bersyukur atas kehadiran Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat berbahagia karena beliau bisa hadir. Sejak lama beliau menyampaikan keinginan untuk datang ke sini,” kata Kiai Asep.
Mengawali sambutannya, Kiai Asep mengatakan bahwa SMP-SMA Amanatul Ummah merupakan sekolah menengah berbasis pesantren dengan ciri khas tahfidzil Qur'an (menghafalkan Al Qur'an). Sistem yang dikembangan adalah Tartil, Tahfidz, dan Takrir. Sistem tersebut dinilai berhasil dan mampu meluluskan ratusan siswa SMP-SMA yang hafal Al - Qur’an 30 juz.
“Tahun kemarin Pak Menteri, SMP-SMA Amanatul Ummah meluluskan yang hafal 30 juz dari SMA ada 82 siswa dan dari SMP ada 38 siswa, sehingga berjumlah 120 dalam satu angkatan, ” jelas Kyai Asep.
Lebih lanjut Kiai Asep menjelaskan bahwa untuk tercapainya keberhasilan Lembaga Amanatul Ummah maka terdapat visi dan misi yang dijalankan. Visi dan misi inilah yang senantiasa diucapkan oleh para santri setiap hari dalam rangka mewujudkan manusia yang unggul utuh beriman bertaqwa dan berakhlak mulia.
“Ada dua hal yang menjadi alasan berhasilnya lembaga pendidikan Amanatul Ummah, yakni dengan memberi motivasi kepada siswa dan menjaga kualitas gurunya. Guru Amanatul Ummah harus kompeten, bertanggungjawab terhadap kurikulum, menjadi teladan, menganggap murid sebagai anak kandung sendiri, dan senantiasa mendo’akan murid-murid nya tanpa terkecuali,” jelas Kiai Asep.
Saat ini, keberhasilan Amanatul Ummah dapat terlihat dari lulusan siswa-siswi Amanatul Ummah menjadi yang paling banyak diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan kualitas lulusan SMA Amanatul Ummah lebih baik dibandingkan dengan 20 SMA Negeri se kabupaten Mojokerto.
“Jika kedokteran itu sebagai tolak ukur, maka keberhasilan SMA Amanatul Ummah dua kali lipat lebih baik dibandingkan dengan 20 SMA negeri se-mojoktero. Dalam satu angkatan, sebanyak 65 lulusan SMA Amanatul Ummah diterima di fakultas kedokteran dalam dan luar negeri, sedangkan dari 20 SMA se Mojokerto tidak sampai 30 siswa yang diterima di fakultas kedokteran,” beber Kyai Asep.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc. M.Hum, dalam sambutannya mewakili Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat datang dan ucapan terimakasih kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
“Kami merasa bangga dan terharu dengan hadirnya mendikdasmen di Ponpes Amanatul Ummah. Semoga kunjungan pak Menteri akan memberikan pencerahan kemajuan pendidikan di naungan lembaga pendidikan ponpes amanatul ummah,” ungkap Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra ini. (*)
Editor : M Fakhrurrozi



















