SURABAYA - Program religi “Blusukan Padhange Ati Ramadhan” yang tayang di JTV pada Rabu (11/03/26) kembali digelar dengan menghadirkan tausiah dari KH Imam Chambali. Kegiatan yang berlangsung di Twin Tower UPN Veteran Jawa Timur ini dihadiri jamaah Fatayat Ranting Gunung Anyar Lor dan Gunung Anyar Tengah.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustazah Binti Fidyani yang mengutip firman Allah dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 88–89 tentang pentingnya memiliki hati yang bersih saat menghadap Allah. Ayat tersebut menegaskan bahwa pada hari kiamat nanti harta dan anak tidak akan memberikan manfaat, kecuali bagi orang yang datang kepada Allah dengan qalbun salim atau hati yang selamat.
“Besok ketika manusia menghadap Allah, harta tidak ada gunanya, anak tidak ada gunanya. Yang ada gunanya hanya biqolbin salim, orang yang hatinya selamat,” ujar KH Imam Chambali. Menurutnya, kesempatan manusia untuk “membeli surga” sebenarnya ada selama hidup di dunia melalui amal ibadah seperti salat, zakat, infak, dan sedekah. Namun tidak sedikit orang yang memiliki harta justru enggan berbagi.
“Sekarang ini saatnya orang bisa ‘membeli surga’, maksudnya dengan zakat, infak, dan sedekah. Kalau orang kaya malah kikir, itu namanya wong sugih kucluk,” katanya.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
Ia juga mengingatkan bahwa sedekah tidak akan membuat seseorang menjadi miskin. Justru yang sering membuat seseorang jatuh dalam kemiskinan adalah perilaku buruk seperti judi dan perselingkuhan.
“Tidak ada orang sedekah itu jadi melarat. Yang membuat orang cepat melarat itu dua, judi dan gendakan,” tuturnya.
Ciri Hati yang Selamat
Baca Juga : Pembatasan Angkutan Barang Saat Mudik Lebaran Dimulai, Ini Ruas Jalan yang Terdampak
Dalam tausiah tersebut, KH Imam Chambali menjelaskan beberapa ciri hati yang selamat (biqolbin salim). Salah satunya adalah taat kepada Allah tanpa syarat.
“Kalau urusan ibadah kepada Allah, pokoknya manut syariat tanpa syarat. Disuruh salat ya salat, tanpa banyak alasan,” jelasnya.
Selain itu, orang yang hatinya bersih juga tidak mengharapkan pujian dari manusia ketika beribadah. “Orang yang hatinya selamat itu ibadah tidak berharap sanjungan orang. Yang dicari hanya ridanya Allah,” katanya.
Baca Juga : Pererat Sinergi, Wisma Jerman Surabaya Buka Peluang Karier dan Studi bagi Generasi Muda Jatim
Ciri lain dari hati yang bersih adalah tidak memiliki sifat iri dan dengki terhadap orang lain. Sebaliknya, seseorang justru mendoakan kebaikan bagi sesamanya.
“Kalau hatinya bersih, lihat tetangga sukses malah didoakan. Tapi kalau hatinya kotor, yang keluar cuma komentar jelek,” ujarnya.
Menjaga Hati agar Tetap Bersih
Baca Juga : BMKG Prediksi Mayoritas Jawa Timur Cerah Berawan, Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan
KH Imam Chmbali juga menegaskan bahwa penyakit hati seperti iri, dengki, dan kebencian hanya bisa disembuhkan oleh diri sendiri dengan kesadaran untuk berubah.
“Kalau orang sudah kadung jahat hatinya, yang bisa menyembuhkan ya dirinya sendiri. Orang lain hanya bisa mengingatkan,” katanya.
Ia mengajak umat Islam untuk terus memperbaiki diri, terlebih di bulan Ramadan yang penuh keberkahan. “Jangan pernah berhenti berbuat baik, karena datangnya kematian tidak bisa diprediksi. Jangan sampai ketika mati justru sedang berbuat maksiat,” pesannya.
Baca Juga : Dampak Konflik Global, Biaya Logistik Ekspor Jatim Diprediksi Naik 35 Persen
Belajar Melihat Kebaikan Orang Lain
Dalam sesi dialog, salah satu jamaah meminta nasihat tentang cara memimpin organisasi dengan berbagai karakter anggota. Menanggapi hal itu, KH Imam Chambali memberikan pesan sederhana namun mendalam.
“Kalau melihat orang lain, lihatlah kebaikan dan kelebihannya. Tapi kalau melihat diri sendiri, lihatlah kekurangan kita. Kalau begitu, hidup akan terasa nyaman,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar manusia tidak merasa paling benar atau paling baik. “Orang mencari kebenaran itu bagus, tapi merasa paling benar itu tidak baik. Itu ilmunya iblis,” pungkasnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan harapan agar para jamaah mampu menjaga hati agar tetap bersih sehingga dapat meraih keselamatan dunia dan akhirat. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe



















