LAMONGAN - Luapan Sungai Bengawan Jero menggenangi jalur jalan provinsi di Kabupaten Lamongan, Minggu (11/1/2026). Banjir merendam ruas jalan provinsi yang melintasi Desa Sungelebak dan Desa Kendalkemlagi, Kecamatan Karanggeneng.
Di Desa Sungelebak, genangan air di badan jalan mencapai ketinggian hampir 60 sentimeter dengan panjang ruas terdampak sekitar satu kilometer. Sementara di Desa Kendalkemlagi, banjir menggenangi jalan provinsi setinggi sekitar 40 sentimeter sepanjang kurang lebih 700 meter.
Akibatnya, arus kendaraan tersendat. Sejumlah sepeda motor dan mobil kecil dilaporkan mogok saat melintas, bahkan beberapa pengendara terjatuh karena kondisi jalan licin dan tertutup genangan air.
Sekretaris Desa Sungelebak, Firgiawan, menyebut banjir di jalur provinsi ini dipicu luapan Bengawan Jero yang diperparah oleh posisi jalan yang lebih rendah dan tidak ada saluran irigasi di sisi kiri dan kanan jalan.
"Posisi jalan ini lebih rendah dibandingkan lahan di sebelah utara dan selatan. Selain itu, air tidak dapat mengalir dengan lancar karena tidak adanya saluran irigasi, sehingga setiap kali hujan jalan ini selalu tergenang,” kata Firgiawan.

Ia menambahkan, genangan banjir di jalur provinsi Desa Sungelebak telah berlangsung hampir satu pekan, dengan kondisi paling parah terjadi dalam tiga hari terakhir. Selain merendam badan jalan, banjir juga menggenangi sejumlah lembaga pendidikan di wilayah tersebut.
Untuk mengurangi genangan, pemerintah desa juga membendung sejumlah jalur aliran air. Upaya ini dilakukan agar luapan tidak semakin meluas, sehingga panjang ruas jalan provinsi yang tergenang kini berangsur berkurang.
"Sebagai langkah darurat, pemerintah desa telah melakukan pembendungan di beberapa jalur aliran air agar genangan tidak semakin meluas. Upaya ini kami lakukan untuk mengurangi dampak banjir di ruas jalan provinsi. Saat ini ruas jalan yang tergenang tinggal 200 meter, dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter," terang Firgiawan.
Menurut Firgiawan, pemerintah desa juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Surabaya, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, agar segera dilakukan penanganan.
Selain menghambat mobilitas warga, banjir di jalur provinsi ini juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas di lokasi genangan. (*)



















