Jawa Timur diprediksi menjadi salah satu pusat pergerakan wisatawan nasional pada libur Lebaran 2026. Proyeksi jumlah pergerakan wisatawan mencapai 27,29 juta orang. Momentum ini dinilai menjadi peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata, perhotelan, dan ekonomi kreatif.
Peluang tersebut dikupas dalam program “Jatim Joss - Obrolan Spesial Seputar Jawa Timur” yang tayang di JTV pada Senin (23/03/2026). Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Parekraf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur, Ali Afandi, menyebut berbagai strategi telah disiapkan untuk menyambut lonjakan wisatawan. Mulai dari penguatan promosi digital hingga penyediaan informasi destinasi melalui kanal resmi dan tourism information center di titik transportasi.
“Harapannya, pergerakan wisatawan ini bisa menggerakkan ekonomi di Jawa Timur. Kami juga mendorong wisatawan tidak hanya ke destinasi utama, tetapi juga ke desa wisata agar perputaran ekonomi lebih merata,” ujarnya.
Destinasi unggulan seperti Gunung Bromo, Kawah Ijen, hingga kawasan Malang Raya masih menjadi magnet utama. Namun, tren wisata alternatif seperti desa wisata dan jalur pantai selatan (Pansela) mulai diminati sebagai pilihan untuk menghindari kepadatan.
Baca Juga : Ngopi Sambil Nikmati Senja Glenmore, Sensasi Destinasi Baru di Kaki Gunung Raung Banyuwangi
Dari sisi industri, Sekretaris BPD PHRI Jawa Timur, Puguh Sugeng Sutrisno, memperkirakan tingkat okupansi hotel di wilayah strategis seperti Surabaya, Malang, dan Banyuwangi dapat mencapai 80 hingga 90 persen pada puncak Lebaran. “Diperkirakan okupansi hotel di titik kunci bisa mencapai 80 sampai 90 persen pada H+2 Lebaran,” jelasnya.
Selain itu, sektor restoran juga diprediksi mengalami peningkatan omzet signifikan, bahkan hingga 50–70 persen dibanding tahun sebelumnya. PHRI pun mengimbau pelaku usaha untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan demi menjaga citra pariwisata.
Sementara itu, dari sisi destinasi buatan, Jawa Timur Park Group menyiapkan berbagai inovasi untuk menarik wisatawan. Manajer Marketing dan Public Relations, Titik S. Ariyanto, menyebut pihaknya menghadirkan wahana baru serta meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan pengunjung.
Baca Juga : Menjelajahi Surabaya: 7 Tempat Unik yang Menyimpan Cerita, Budaya, dan Transformasi Kota
“Kami berkomitmen memberikan pengalaman terbaik dengan menghadirkan wahana baru dan memastikan seluruh fasilitas aman serta siap digunakan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa tren pembelian tiket secara online terus meningkat, bahkan diproyeksikan mencapai hingga 50 persen pada 2026. Hal ini membantu pengelola dalam mengatur jumlah pengunjung dan mengurangi potensi penumpukan.
Tak hanya destinasi besar, dampak ekonomi juga dirasakan pelaku UMKM. Ratusan mitra usaha dilibatkan dalam ekosistem wisata, mulai dari kuliner hingga penjualan oleh-oleh, sehingga perputaran ekonomi bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat.
Baca Juga : Tetap Menjadi Favorit, Ratusan Ribu Wisatawan Kunjungi Banyuwangi Selama Libur Lebaran
Meski potensi ekonomi sangat besar, sejumlah tantangan tetap perlu diantisipasi, seperti kepadatan lalu lintas, potensi bencana hidrometeorologi, hingga praktik kenaikan harga yang tidak wajar. Pemerintah daerah bersama pelaku industri terus melakukan koordinasi untuk memastikan kenyamanan dan keamanan wisatawan.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, Jawa Timur optimistis dapat menjadikan momen Lebaran 2026 sebagai titik kebangkitan sektor pariwisata sekaligus penggerak utama ekonomi daerah. (Amellia Ciello)
Baca Juga : Ledakan Wisata Lebaran 2026, Ekonomi Jawa Timur Diprediksi Melonjak
Editor : Iwan Iwe



















