TRENGGALEK - Dua lapak UMKM peserta Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) 2026 di Alun-Alun Trenggalek dibobol orang tak dikenal saat ditinggal oleh pemiliknya. Kendati sempat membuat resah, aksi pelaku yang terekam kamera CCTV tersebut akhirnya berujung damai dan diselesaikan secara kekeluargaan.
Pembobolan lapak ini terjadi pada Rabu siang saat pemilik stan kesenian jaranan meninggalkan lapaknya sejenak untuk menjemput anaknya. Ketika kembali pada sore hari, pemilik mendapati terpal stan sudah terbuka dengan kondisi bagian dalam yang berantakan.
Setelah diperiksa lebih teliti, sejumlah perlengkapan kostum jaranan diketahui raib. Di antara barang yang hilang meliputi satu set celana barongan berwarna hijau serta aksesori penutup kepala.
Pemilik kemudian berinisiatif memeriksa rekaman CCTV dari stan di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang anak masuk ke dalam lapak tanpa izin.
Baca Juga : Lapak UMKM Festival Jaranan Trenggalek Dibobol Maling, Kasus Berakhir Kekeluargaan
Pemilik stan kesenian jaranan, Ervan Sanjaya, mengungkapkan bahwa setelah identitas pelaku diketahui, pihaknya memilih berkoordinasi dengan pihak keluarga. Perkara ini akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan sebagian besar barang yang sempat hilang telah dikembalikan.
Tidak hanya stan kesenian jaranan, lapak photo booth yang berada tepat di sebelahnya juga turut menjadi sasaran aksi serupa. Pemilik mendapati sejumlah kertas foto sampel berserakan di lantai dengan beberapa di antaranya dalam kondisi rusak akibat digunting.
Pemilik photo booth, Brian Prisly, menyatakan bahwa dari hasil pemeriksaan rekaman CCTV, orang yang masuk ke lapaknya adalah anak yang sama. Kendati demikian, ia memastikan tidak ada satu pun foto pesanan konsumen yang hilang. ( Simon Bagus / Mochammad Herlambang )
Editor : JTV Kediri



















