TULUNGAGUNG - Hari Selasa (13/10) menjadi hari yang sangat melelahkan bagi jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung. Bagaimanakah tidak, dalam kurun waktu kurang dari 12 jam, para petugas harus berjibaku menjinakkan amukan si jago merah di enam lokasi berbeda.
Bahkan, lima di antara peristiwa kebakaran tersebut terjadi secara beruntun dalam selang waktu yang sangat berdekatan. Beruntung, dari rentetan musibah tersebut, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kasi Penyelamatan Dinas Damkar Tulungagung, Iwan Supriyono, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya menerima total delapan laporan kebakaran sejak Selasa pagi hingga siang. Namun, hanya enam lokasi yang ditangani langsung oleh tim damkar. Dua titik lainnya yang berada jauh dari pemukiman warga berhasil dipadamkan secara mandiri oleh masyarakat setempat.
Amukan api dimulai saat subuh di Desa Geger, Kecamatan Sendang. Sebuah kandang peternakan ayam hangus terbakar. Akibatnya, sekitar 8 ribu ekor ayam potong yang baru berusia 15 hari mati terpanggang.
Tak berhenti di situ, musibah kembali terjadi pada Selasa siang. Kali ini giliran kandang ternak domba di Desa Karanganom, Kecamatan Kauman, yang dilalap api. Sebanyak empat ekor domba mati terpanggang, sementara belasan domba lainnya berhasil diselamatkan petugas bersama warga.
Ketika proses pemadaman di Karanganom belum selesai seratus persen, amukan api bergeser membakar lahan dekat pemukiman di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Tanpa jeda istirahat, seusai menjinakkan api di Sidorejo, petugas langsung tancap gas menuju kebakaran lahan di Desa Sukowiyono, Kecamatan Karangrejo.
Daftar kejadian terus memanjang. Petugas kembali bergerak menuju Desa Padangan, Kecamatan Ngantru, untuk memadamkan kebakaran rumpun bambu yang posisinya sangat dekat dengan area pemukiman warga.
Baca Juga : Genjot Produktivitas Tebu, Tulungagung Jalankan Program Bongkar Ratoon
Saat proses pembasahan di Padangan baru saja usai, telepon darurat kembali berdering. Laporan kebakaran kandang sapi di Desa Pakel, Kecamatan Ngantru, memaksa petugas langsung bergegas meluncur ke lokasi kejadian.
Iwan Supriyono menyebut, maraknya rentetan musibah dalam waktu singkat ini mencatatkan rekor terbanyak yang pernah ditangani pasukannya dalam sehari.
"Delapan laporan kebakaran yang terjadi pada Selasa pagi hingga siang ini menjadi rekor terbanyak selama ini. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian kebakaran tersebut," ujar Iwan. (Agus Bondan - Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri























