SIDOARJO - Suasana hangat penuh canda mewarnai program "Blusukan Padhange Ati Ramadan" yang tayang di JTV pada Rabu (4/3/2026). Acara yang dipandu oleh Firdaus Aulia ini digelar bersama jemaah Masjid Amanah Al-Mu’in Bogem, Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Dalam kesempatan tersebut, pengasuh Pondok Pesantren Al-Jihad Surabaya, KH Imam Chambali, menyampaikan tausiah bertema keutamaan menikah dengan gaya santai namun sarat pesan mendalam.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, yakni Surah An-Nur ayat 32. Ayat tersebut berisi anjuran untuk menikahkan orang-orang yang masih membujang. Allah SWT menjanjikan bahwa jika mereka berada dalam kondisi kekurangan, Allah akan memberikan kecukupan melalui karunia-Nya.
KH Imam Chambali menegaskan bahwa niat untuk menikah tidak perlu menunggu seseorang menjadi kaya raya terlebih dahulu. Menurutnya, pintu rezeki dalam rumah tangga justru sering kali terbuka setelah seseorang berani melangkah ke jenjang pernikahan.
Baca Juga : Makna Biqolbin Salim, KH Imam Hambali Ingatkan Bahaya Iri dan Dengki dalam Kehidupan
“Jangan menunggu kaya dulu baru menikah. Menikahlah, nanti Allah yang mencukupi rezekinya. Banyak orang terlalu idealis, menunggu pekerjaan mapan atau gaji besar, akhirnya malah tidak jadi-jadi menikah,” jelas kiai yang dikenal dengan guyonan segarnya ini.
Beliau menambahkan bahwa kehidupan rumah tangga tidak bisa diukur hanya dengan logika manusia atau standar fisik semata. Pasangan yang terlihat sempurna secara lahiriah belum tentu menjalani kehidupan yang bahagia jika tidak dilandasi niat yang benar.
“Menikah itu tidak bisa dilogikakan. Yang ganteng belum tentu bahagia dengan yang cantik. Kadang yang terlihat sederhana justru bisa hidup rukun karena saling menerima,” ujar KH Imam Chambali. Menurutnya, tujuan utama pernikahan dalam Islam adalah mencari rida Allah, bukan semata-mata karena penampilan, kekayaan, atau status sosial.
Baca Juga : KH Imam Chambali: Perbedaan Golongan Bukan Alasan untuk Saling Menyalahkan
KH Imam Chambali juga mengingatkan bahwa perbedaan pendapat dalam rumah tangga adalah hal yang lumrah. Perselisihan kecil merupakan bumbu kehidupan yang harus disikapi dengan kesabaran.
“Dalam rumah tangga pasti ada cekcok sedikit. Tidak ada pasangan yang selalu sama pendapatnya. Yang penting ada yang mau mengalah supaya rumah tangga tetap rukun,” katanya.
Melalui tausiah ini, KH Imam Chambali mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak takut melangkah ke pelaminan. Selama niatnya baik dan dijalani dengan penuh tanggung jawab, pernikahan justru menjadi jalan pembuka keberkahan hidup. (Amellia Ciello)
Editor : Iwan Iwe

















