PACITAN - Ancaman penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pacitan di tengah musim kemarau panjang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi keberadaan tikus di sekitar tempat tinggal.
Hingga Oktober 2026, Dinkes Pacitan belum menerima laporan kasus hantavirus di wilayah setempat. Meski demikian, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini, terutama dengan mengurangi potensi kontak manusia dengan tikus maupun kotorannya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg. Nur Farida, mengatakan masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap harus memperhatikan kebersihan lingkungan untuk meminimalkan risiko penularan penyakit.
“Kalau dengan sampai saat ini belum ditemukan kasus hantavirus di Pacitan ya. Akan tetapi, kami tetap mengimbau masyarakat jangan sampai lengah. Karena itu kebersihan lingkungan harus tetap dijaga agar keberadaan keberadaan hewan pengerat seperti tikus tidak menjadi sumber penularan penyakit,” ujarnya.
Baca Juga : Festival Film Horor Pacitan 2026 Dongkrak Omzet Pedagang hingga 80 Persen
Hantavirus dapat menular melalui paparan partikel yang berasal dari urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Karena itu, masyarakat perlu berhati-hati ketika menemukan kotoran tikus, khususnya saat membersihkan gudang, sudut rumah, maupun tempat lain yang jarang digunakan.
Pembersihan area yang terkontaminasi sebaiknya dilakukan dengan cara aman. Warga dianjurkan membasahi kotoran menggunakan disinfektan sebelum membersihkannya, serta menghindari menyapu atau menyedot debu kering yang berpotensi membuat partikel terkontaminasi beterbangan di udara.
Selain hantavirus, Dinkes Pacitan juga mencatat persoalan penyakit lain yang berkaitan dengan tikus. Sejak Januari hingga Oktober 2026, terdapat 133 kasus leptospirosis di Kabupaten Pacitan.
Baca Juga : Polres Pacitan Usut Dugaan Penipuan Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan
Jumlah tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, penurunan kasus tidak serta-merta membuat masyarakat dapat mengabaikan langkah pencegahan, mengingat leptospirosis juga dapat menular melalui lingkungan yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi.
Dinkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menutup celah yang memungkinkan tikus masuk, serta menyimpan bahan makanan dalam wadah tertutup. "Upaya tersebut penting untuk mencegah tikus bersarang sekaligus mengurangi risiko kontaminasi makanan dan permukaan rumah, "imbuhnya.
Warga juga diingatkan agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan setelah terpapar lingkungan yang berisiko. "Apabila mengalami keluhan sakit, terutama disertai demam, setelah kontak dengan tikus atau lingkungan yang diduga terkontaminasi, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,"ungkapnya.
Baca Juga : Kemarau Panjang, Dinkes Pacitan Ingatkan Warga Waspadai Hantavirus
Dinkes berharap kewaspadaan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dapat menekan risiko penularan penyakit yang berkaitan dengan hewan pengerat, sehingga kesehatan masyarakat Pacitan tetap terjaga selama musim kemarau. (Edwin Adji)
Editor : JTV Pacitan





















