SURABAYA - Proses hukum terkait meninggalnya seorang siswa di Surabaya yang diduga tersengat listrik di rooftop sekolah hingga kini masih terus bergulir. Terbaru, pihak kepolisian menggelar perkara khusus untuk menentukan kelanjutan penanganan kasus tersebut.
Penyidik Polrestabes Surabaya melaksanakan gelar perkara khusus tersebut di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur. Forum ini bertujuan memastikan apakah penyelidikan atas kematian Steven Sukha, siswa SMPK Angelus Custos Surabaya, akan dilanjutkan ke tahap berikutnya atau dihentikan (SP3).
Gelar perkara ini dihadiri oleh pelapor Tanu Hariyadi, Ketua Tim Advokasi SMPK Angelus Custos Tjandra Sridjaja Pradjonggo, penyidik Polrestabes Surabaya, serta perwakilan Polda Jatim. Dalam forum tersebut, tim advokasi menyerahkan berbagai alat bukti dan data terkait situasi di lokasi kejadian.
Menanti Keputusan Internal Kepolisian
Ketua Tim Advokasi, Tjandra Sridjaja Pradjonggo, menjelaskan bahwa sesi pertama gelar perkara yang melibatkan pihak pelapor telah selesai dilaksanakan. Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan sesi kedua secara internal untuk mengambil keputusan.
“Sesi pertama sudah selesai, kami sudah menyampaikan keterangan apa adanya sesuai bukti dan fakta hukum yang ada. Sekarang sedang dilakukan gelar sesi kedua secara internal untuk menentukan apakah laporan ini bisa dilanjutkan atau tidak,” ujar Tjandra.
Pihak sekolah melalui tim advokasi meyakini tidak ada unsur kelalaian dari pihak guru maupun sekolah. Hal ini didasari fakta bahwa korban tidak memiliki kewenangan untuk masuk ke area rooftop yang telah dibatasi pagar permanen. Terlebih, peristiwa tersebut terjadi saat hari libur sekolah.
Kronologi Berdasarkan Rekaman CCTV
Meski proses hukum berjalan, pihak sekolah menyatakan sangat memahami kesedihan mendalam yang dialami keluarga korban. Upaya penyelesaian secara kekeluargaan disebut telah beberapa kali dilakukan, namun keluarga korban memilih menunggu hasil resmi gelar perkara dari kepolisian.
Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama beberapa rekannya diduga masuk ke area sekolah tanpa sepengetahuan guru saat libur Hari Raya Nyepi untuk latihan ujian praktik.
Berdasarkan rekaman CCTV, korban terlihat memanjat pagar di area mesin AC yang kondisinya basah setelah diguyur hujan. Tak lama kemudian, korban terjatuh lemas yang diduga kuat akibat tersengat aliran listrik dari instalasi kabel yang terkelupas di area tersebut. (Nata Renata)
Editor : Iwan Iwe



















