Menu
Pencarian


Jual Bensin Makin Moncer, Kantong PT JET Ikut Tebal

JTV Kediri - Selasa, 29 September 2026 13:31
Jual Bensin Makin Moncer, Kantong PT JET Ikut Tebal
Jual Bensin Makin Moncer, Kantong PT JET Ikut Tebal

TRENGGALEK - Kinerja penjualan bahan bakar minyak atau BBM PT Jwalita Energi Trenggalek atau PT JET menunjukkan pertumbuhan positif pada semester pertama tahun 2026. Dalam kurun waktu enam bulan, volume penjualan perusahaan Badan Usaha Milik Daerah tersebut berhasil mencapai sekitar tiga koma delapan juta liter.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran tiga koma tiga juta liter. Direktur PT JET, Mardianto Harahap, menyebut pertumbuhan volume penjualan tersebut mencapai sekitar tujuh persen.

Kenaikan penjualan turut mendongkrak perolehan laba kotor perusahaan menjadi sekitar satu koma tiga miliar rupiah. Angka ini naik tipis dari satu koma dua puluh delapan miliar rupiah pada semester pertama tahun 2025, meski masih berada di bawah target internal perusahaan sebesar satu koma empat miliar rupiah.

Namun, peningkatan volume penjualan tidak serta-merta membuat laba melonjak secara signifikan. Sebab, bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum memiliki margin keuntungan yang relatif tipis.

Baca Juga :   Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Berlaku Mulai 10 Juni 2026

Direktur PT JET, Mardianto Harahap, menyebutkan margin untuk sejumlah produk BBM berada di kisaran tiga hingga maksimal empat persen. Sementara itu, BBM non subsidi memiliki margin yang lebih besar, tetapi perubahan harganya sangat memengaruhi daya beli konsumen di lapangan.

Memasuki semester kedua, fluktuasi harga BBM non subsidi mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat setempat. Sebagian pengguna kendaraan dilaporkan beralih dari Pertamax ke Pertalite.

Perubahan pilihan konsumen ini secara langsung turut mendongkrak volume penjualan Pertalite di SPBU milik PT JET. Di sisi lain, perusahaan terus berkomitmen menjaga standar operasional pelayanan melalui audit Pasti Pas Pertamina.

Baca Juga :   Harga BBM Nonsubsidi Disesuaikan, Pemerintah Pastikan Subsidi Tetap Aman

Faktor teknis pada peralatan SPBU juga menjadi perhatian utama manajemen karena berisiko memengaruhi kestabilan margin perusahaan. Kendati menghadapi sejumlah tantangan operasional tersebut, kinerja keuangan PT JET pada Juli dan Agustus 2026 justru menunjukkan hasil yang gemilang.

Perusahaan mulanya hanya menargetkan laba kotor sebesar empat ratus empat puluh sembilan juta rupiah untuk periode tersebut. Namun, realisasinya mampu meroket hingga mencapai lima ratus empat puluh delapan juta rupiah.

Capaian positif itu membuat realisasi laba dalam rentang dua bulan tersebut berhasil melampaui target sekitar sembilan puluh sembilan juta rupiah. Keberhasilan ini sekaligus menjadi modal optimisme manajemen untuk menjaga tren pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun 2026. ( Simon Bagus / Mochammad Herlambang )

Editor : JTV Kediri






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.