NGAWI - Jemaah calon haji (JCH) termuda asal Kabupaten Ngawi tahun 2026 tercatat berusia 16 tahun. Remaja tersebut merupakan jemaah pengganti dari ayahnya yang meninggal dunia pada 2021.
Adalah Ridho Muhammad Ghozali, yang tahun ini berkesempatan menunaikan ibadah haji. Ia menggantikan almarhum ayahnya, Muhammad Ibnu Mundir, yang sebelumnya telah mendaftar sebagai calon jemaah haji.
Dalam perjalanan ibadah nanti, Ridho akan berangkat bersama ibunya, Nashihatun (50), yang juga terdaftar sebagai jemaah calon haji.
Sehari-hari, Ridho menempuh pendidikan di salah satu pondok pesantren di Rembang, Jawa Tengah. Ia telah mendapatkan izin dari pihak pesantren untuk mengikuti rangkaian ibadah haji, termasuk kegiatan manasik.
Baca Juga : Sejumlah Industri di Ngawi Kesulitan Ekspor Produk, Dampak Situasi Global
Berbagai persiapan pun telah dilakukan, mulai dari kelengkapan administrasi hingga menjaga kondisi fisik. Selama di Tanah Suci, Ridho juga akan mendampingi ibunya dalam menjalankan ibadah.
“Saya sudah mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Insyaallah siap berangkat dan ingin menjalankan ibadah dengan baik,” ujar Ridho.
Sementara itu, Nashihatun mengungkapkan bahwa dirinya mendaftar haji sejak 2012 bersama suaminya. Namun, setelah sang suami meninggal dunia pada 2021, posisi jemaah kemudian digantikan oleh anaknya.
Baca Juga : Tingkat Kunjungan Rendah, Museum Trinil Butuh Perhatian
“Alhamdulillah akhirnya bisa berangkat. Semoga semua diberi kelancaran dalam menjalankan ibadah haji,” kata Nashihatun.
Ia juga mengaku tetap optimistis meskipun situasi geopolitik di Timur Tengah tengah meningkat, dan yakin ibadah haji akan berjalan lancar.
Jemaah calon haji asal Kabupaten Ngawi tahun ini terbagi dalam kloter 22 dan 23. Sesuai jadwal, pengumpulan koper akan dilaksanakan pada 25 April, sementara pemberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo dijadwalkan pada 27 April 2026.
Editor : JTV Madiun



















