BLITAR - Jalan desa rusak parah dan berlubang tak kunjung diperbaiki selama dua tahun lebih. Bukan demo atau spanduk protes, warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, memilih cara unik menanam pohon pisang di tengah ruas jalan.
Warga Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, gerah. Jalan sepanjang hampir dua kilometer di desa mereka kondisinya memprihatinkan. Aspal mengelupas, lubang di mana-mana.
Namun, yang terbaru bukan perbaikan, melainkan pohon pisang yang tumbuh subur di badan jalan.
“Ini bentuk kekecewaan kami,” ujar Imam Sutikno, tokoh masyarakat.
Baca Juga : Jalan Rusak Dibiarkan Dua Tahun, Warga Bakung Blitar “Hadiahkan” Pohon Pisang di Tengah Aspal
Menurut Imam, aksi menanam pohon pisang dilakukan warga secara serentak. Mereka sudah lebih dari dua tahun menunggu janji perbaikan.
“Kami sudah lama mengeluh. Pengguna jalan juga merasakan. Tapi sampai sekarang, belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Imam mengaku sudah menghadap Bupati Blitar tahun lalu untuk mengadukan kerusakan jalan tersebut. Namun, nyatanya hingga kini tak ada perubahan.
Baca Juga : Rawan Kecelakaan, Dinas PUPR Janjikan Penanganan Cepat Jalur Panekan–Kendal
Kerusakan jalan ini bukan hanya mengancam keselamatan pengendara. Mobilitas warga terganggu. Aktivitas perekonomian di desa pun ikut tersendat.
“Hasil pertanian susah diangkut. Pembeli malas datang karena jalannya parah,” keluh seorang warga.
Sebelum menanam pohon pisang, warga sebenarnya pernah berusaha memperbaiki sendiri. Tahun lalu, mereka secara gotong royong menambal lubang dengan semen dan tanah urug.
Baca Juga : Infone Warga JTV: PUPR Pacitan Tanggapi Keluhan Jalan Rusak dan Soroti Truk Pasir Basah
Tapi itu hanya solusi sementara. Hujan dan aktivitas kendaraan membuat jalan kembali rusak parah.
Kini, warga mengaku tak sanggup lagi. Mereka memilih cara simbolis: menanam pohon pisang di tengah jalan.
“Kami berharap pemerintah segera merespon,” pungkas Imam. (M. Asrofi)
Editor : JTV Kediri


















