BLITAR - Aksi unik dilakukan warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar. Mereka menanam pohon pisang di sepanjang jalan utama desa sebagai bentuk protes karena kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut dilakukan di ruas jalan sepanjang sekitar 550 meter, mulai dari depan SMPN 2 Garum hingga Kantor Desa Karangrejo. Jalan yang rusak parah itu disebut telah membahayakan pengguna dan mengganggu aktivitas warga.
Penanaman pohon pisang dilakukan sejak Kamis malam (23/4) setelah warga merasa keluhan mereka tak kunjung ditindaklanjuti. Kondisi jalan yang berlubang dan berdebu dinilai semakin parah akibat tingginya lalu lintas kendaraan bertonase berat.
“Sudah sering dilaporkan, tapi belum ada realisasi perbaikan sampai sekarang,” ujar Suprap, Ketua RT setempat.
Baca Juga : Usaha Legal Casbar Diprotes Warga, Manajemen Rugi Puluhan Juta
Menurutnya, kerusakan jalan sudah terjadi bertahun-tahun. Selain rawan kecelakaan, warga juga terdampak kebisingan serta debu yang masuk ke dalam rumah.
Warga menduga kerusakan dipicu oleh kendaraan pengangkut material yang melebihi kapasitas. Bahkan, jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 500 unit per hari.
Setelah melalui musyawarah dengan pihak desa, kecamatan, dinas PUPR, serta aparat TNI dan Polri, warga akhirnya sepakat mencabut pohon pisang yang ditanam sebagai simbol protes.
Kesepakatan itu diambil setelah ada janji bahwa perbaikan jalan akan dilakukan pada Juni mendatang. Selain itu, warga juga meminta pembatasan jam operasional kendaraan material, khususnya saat jam berangkat sekolah, yakni pukul 06.00 hingga 07.00 WIB.
Meski aksi telah dihentikan, warga berharap janji perbaikan benar-benar direalisasikan. (Qithfirul Aziz)
Editor : JTV Kediri



















