TULUNGAGUNG - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen 1 menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait insiden gangguan kesehatan yang dialami sejumlah siswa SMK Sore Tulungagung. Insiden ini diduga terkait konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG setempat.
Dalam pernyataan resminya, SPPG Moyoketen 1 menyatakan prihatin dan meminta maaf atas kejadian tersebut. Pihaknya menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan penerima manfaat menjadi prioritas utama.
"Penyebab pasti gangguan kesehatan masih dalam proses penyelidikan. Sampel makanan telah diamankan dan dibawa Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung untuk diuji di laboratorium Surabaya," jelas Arinia, Kepala SPPG Moyoketen 1.
SPPG menekankan belum dapat menyimpulkan sumber masalah sebelum hasil uji laboratorium resmi diterbitkan. Mereka mengklaim seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional, meliputi penerimaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian ke sekolah. Proses tersebut diawasi oleh tenaga ahli gizi, juru masak berpengalaman, dan relawan terlatih.
Baca Juga : 9 Siswa SMK Sore Tulungagung Diduga Alami Keracunan, Operasional Pemasok MBG Dihentikan Sementara
Sebagai bentuk tanggung jawab, SPPG Moyoketen 1 melakukan evaluasi internal dan pengetatan pengawasan operasional dapur. Operasional SPPG untuk sementara dihentikan hingga hasil uji laboratorium keluar dan menunggu keputusan resmi Badan Gizi Nasional.
SPPG terus berkoordinasi dengan sekolah, Dinas Kesehatan, dan pihak terkait. Masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi. (Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















