MOJOKERTO - Bukit Cendono berada di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, terus menjadi magnet bagi para pecinta alam. Terletak di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, bukit setinggi 1.131 mdpl ini menawarkan panorama hijau dan suasana sejuk khas pegunungan. Namun, tingginya minat wisatawan juga diiringi dengan pentingnya menjaga kelestarian alam setempat.
Berikut Do & Don’ts yang wajib diperhatikan para pendaki dan wisatawan:
● Bawa kembali sampah anda turun
Pengunjung wajib membawa turun semua sampah, termasuk tisu, bungkus makanan, dan botol minum.
● Selalu berada dijalur resmi pendakian
Demi keselamatan dan untuk menjaga vegetasi, wisatawan diminta tidak keluar dari trek yang sudah ditentukan.
● Bawa peralatan pendakian standar
Pengunjung disarankan mengenakan sepatu gunung, membawa air minum, jas hujan, dan senter jika naik saat pagi buta.
● Hormati flora dan fauna setempat
Bukit Cendono berada di kawasan konservasi, sehingga pengunjung wajib menjaga kelestarian tumbuhan dan tidak mengganggu satwa liar.
● Patuh pada arahan petugas
Jika ada pengumuman cuaca ekstrem atau pembatasan kunjungan, wisatawan perlu mengikuti instruksi demi keamanan bersama.
● Tidak menyalakan api unggun atau membawa peralatan pemantik api
Kawasan hutan sangat rentan kebakaran, sehingga larangan ini bersifat mutlak.
● Tidak membuang sampah sembarangan
Sampah plastik dapat merusak ekosistem dan mengganggu kenyamanan pengunjung lain.
● Tidak merusak atau mencabut tanaman
Seluruh vegetasi di Bukit Cendono merupakan bagian dari area konservasi Tahura Raden Soerjo.
● Tidak membuat coretan atau vandalisme di batu maupun pohon
Tindakan ini merusak estetika sekaligus melanggar aturan konservasi.
● Tidak membawa pulang benda alam apa pun
Termasuk batu, kayu, atau tanaman. Semua harus tetap berada di habitat aslinya.
Dengan mengikuti panduan Do & Don’ts ini, pengunjung dapat menikmati pesona Bukit Cendono sambil tetap berkontribusi menjaga kelestariannya. Keindahan alam hanya dapat dinikmati bersama bila setiap wisatawan turut bertanggung jawab.
Bukit Cendono bukan hanya tempat wisata, tetapi juga kawasan konservasi yang harus dijaga. Mari menjadi wisatawan bijak dan ikut melestarikan keberlanjutannya untuk generasi mendatang. (*)
Editor : Iwan Iwe



















