SITUBONDO - Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan sebuah pohon angsana berukuran besar di Jalur Pantura, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Senin (12/1/2026) sore. Peristiwa ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari arah Surabaya menuju Banyuwangi maupun sebaliknya selama hampir tiga jam.
Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut. Pohon angsana yang sudah berusia tua roboh ke tengah jalan nasional karena tidak kuat menahan terpaan angin kencang.
Meski sempat menutup total badan jalan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seorang pekerja proyek bernama Misro yang berada di lokasi kejadian dengan sigap memperingatkan pengguna jalan agar tidak melintas sesaat sebelum pohon tumbang.
"Saya berada di tengah jalan. Anginnya kencang dan berputar, lalu hujan deras. Ada dua pengendara motor dari arah barat dan timur, saya teriaki supaya tidak lewat dulu. Tidak lama kemudian pohonnya tumbang," ujar Misro.
Baca Juga : Ledakan Petasan Hancurkan Rumah Warga di Situbondo, 1 Tewas 6 Luka
Pohon yang melintang sepenuhnya di badan jalan menyebabkan kemacetan panjang di jalur utama Surabaya - Banyuwangi. Petugas BPBD Situbondo bersama tim gabungan segera melakukan evakuasi dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin. Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena ukuran pohon yang besar.
"Diameter pohon angsana yang besar menjadi kendala saat pemotongan. Namun Alhamdulillah, setelah dipotong-potong, pohon berhasil dievakuasi," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo, Ipung.
Setelah hampir dua jam proses penanganan, arus lalu lintas di Jalur Pantura kembali normal dan dapat dilalui kendaraan sekitar pukul 17.00 WIB. BPBD Situbondo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat potensi angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Situbondo pada awal tahun ini. (*)
Baca Juga : Hujan Deras dan Angin Kencang di Situbondo, Pohon Angsana Tumbang Tutup Jalur Pantura
Editor : A. Ramadhan



















