SURABAYA - Memasuki pertengahan Januari 2026, kondisi harga pangan di pasar tradisional Jawa Timur menunjukkan tren yang bervariasi. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Kamis (15/1/2026), sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara sebagian lainnya menunjukkan tren penurunan harga yang signifikan.
Sektor bumbu dapur dan beras memberikan tekanan pada dompet konsumen. Bawang merah ukuran sedang naik 3,63 persen menjadi Rp40.000 per kilogram, disusul bawang putih ukuran sedang yang meningkat 1,19 persen ke level Rp34.000 per kilogram.
Harga beras kualitas bawah I tercatat naik 3,32 persen menjadi Rp14.000 per kilogram, sementara beras kualitas medium I dan medium II masing-masing naik ke Rp15.300 dan Rp14.300 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas super I menjadi Rp16.000 per kilogram dan super II menjadi Rp15.500 per kilogram.
Komoditas protein dan gula juga menunjukkan tren kenaikan. Daging ayam ras segar naik 1,98 persen menjadi Rp36.000 per kilogram. Gula pasir kualitas premium meningkat 6,15 persen ke harga Rp19.000 per kilogram. Pada kelompok minyak goreng, minyak goreng kemasan bermerek I naik 4,02 persen menjadi Rp22.000 per liter.
Baca Juga : Harga Pangan Jatim Hari Ini: Beras dan Bawang Merangkak Naik, Kelompok Cabai Mulai Melandai
Berbanding terbalik dengan beras, kelompok cabai mengalami koreksi harga yang cukup tajam. Cabai rawit merah mencatatkan penurunan drastis sebesar 19,9% menjadi Rp 32.000/kg.
Penurunan serupa juga terlihat pada cabai merah keriting yang turun 16,69% menjadi Rp 28.450/kg. Cabai rawit hijau turun 9,21 persen ke Rp35.000 per kilogram, sementara cabai merah besar juga terkoreksi 2,46 persen ke Rp25.000 per kilogram.
Harga komoditas lain yang turun antara lain daging sapi kualitas I yang turun 7,51 persen menjadi Rp120.000 per kilogram dan daging sapi kualitas II turun 6,62 persen ke Rp110.000 per kilogram. Telur ayam ras segar tercatat turun 2,78 persen menjadi Rp28.000 per kilogram.
Minyak goreng curah turun 2,06 persen ke Rp19.000 per liter, minyak goreng kemasan bermerek II turun 5,57 persen menjadi Rp19.500 per liter, serta gula pasir lokal turun tipis 1,23 persen ke Rp16.000 per kilogram.
Editor : A. Ramadhan



















