KEDIRI - Harga emas batangan di Kota Kediri mencatat kenaikan signifikan di awal tahun 2026, menembus level Rp 2,6 juta per gram. Angka ini meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang masih berkisar di Rp 2,5 juta per gram.
Fenomena kenaikan harga ini justru tidak meredam minat masyarakat. Sebaliknya, animo untuk berinvestasi pada instrumen safe haven tersebut semakin tinggi. Hal ini terlihat dari peningkatan volume transaksi di sejumlah gerai penjualan emas.
Yudi Kurniawan Saputra, Marketing Officer Pegadaian Cabang Kediri, menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu oleh akumulasi faktor eksternal dan internal. "Seperti isu global, kondisi ekonomi negara-negara besar, serta kebijakan keuangan dalam negeri yang sangat berpengaruh," ujarnya.
Tingginya permintaan menyebabkan stok emas batangan di gerai fisik, seperti Galeri 24, seringkali habis terjual dalam waktu singkat. Menanggapi keterbatasan stok fisik, Pegadaian mengalihkan banyak nasabah ke program Cicil Emas. Transaksi melalui program ini dilaporkan mencapai lebih dari 200 gram per hari.
Baca Juga : Harga Emas Murni Turun Rp 5000 per Gram
Yudi juga menyoroti pergeseran pola konsumsi masyarakat. "Ada perubahan mindset yang menarik. Volume penjualan logam mulia atau emas batangan kini jauh lebih tinggi dibandingkan emas perhiasan," jelasnya. Pola ini dipicu oleh selisih harga jual-beli (spread) yang lebih menguntungkan pada emas batangan dibandingkan emas perhiasan.
Kesadaran masyarakat untuk mengalihkan aset ke instrumen yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian ekonomi menjadi pendorong utama tren kenaikan permintaan emas batangan di Kediri. (Beny Kurniawan)
Editor : JTV Kediri



















