LUMAJANG - Erupsi Semeru terjadi pukul 17.02 WIB, Berdasarkan pantauan kamera CCTV di Desa Oro-Oro Dowo, Kecamatan Pronojiwo, tinggi kolom letusan setinggi 800 meter di atas puncak.
Letusan tersebut terpantau membentuk kolom abu vulkanik setinggi 800 meter condong ke arah barat dan barat laut disertai guguran material vulkanik. Jarak luncur guguran material vulkanik ini mencapai 1000 meter ke sisi tenggara.
Data periodik pos pengamatan Gunung Semeru, tercatat sejak pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, Gunung Semeru mengalami 4 kali letusan asap setinggi 400 hingga 800 meter dari puncak.
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengimbau masyarakat yang bermukim di kaki Gunung Semeru untuk meningkatkan kewaspadaan. Selain bahaya awan panas guguran, banjir lahar hujan Gunung Semeru juga masih berpotensi terjadi karena dalam beberapa hari terakhir wilayah puncak Gunung Semeru kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
Baca Juga : Pohon Durian Tumbang Timpa Tiga Pemotor
“Erupsi semeru kali ini disertai letusan asap setinggi 800 meter dan jarak luncur guguran material vulkanik ini mencapai 1000 meter ke sisi tenggara,” ujar Sugiono, Koordinator Pos Pantau Curah Kobokan.
Sementara itu, berdasarkan rekomendasi PVMBG, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun d radius 13 KM dari puncak Gunung Semeru dan 500 meter dari sepadan sungai sepanjang jalur aliran lahar besuk koboan sejauh 17 KM karena berpotensi terjadi perluasan awan panas gugutan. (Yongki Nugroho)
Editor : M Fakhrurrozi