TRENGGALEK - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Peresmian ini disambut antusias oleh warga terdampak.
Lokasi Huntara dinilai strategis, mudah diakses, dan berdekatan dengan permukiman penduduk setempat, memudahkan aktivitas warga.
Dalam sambutannya, Khofifah menjelaskan bahwa hunian yang bersifat sementara ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi hunian tetap. Syaratnya, perlu dilakukan renovasi dan penataan ulang lahan. Gubernur meminta Bupati Trenggalek untuk mengurus status tanah dan perencanaan lebih lanjut.
"Meski bersifat sementara, Huntara ini bisa dikembangkan menjadi hunian tetap dengan syarat renovasi dan penataan ulang lahan. Saya minta Bupati untuk mengurus status tanah dan perencanaannya," ujar Khofifah.
Baca Juga : Penganiyaan Guru di Trenggalek, Terdakwa Divonis 6 Bulan Penjara
Huntara ini tidak hanya menyediakan tempat tinggal, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung untuk pemulihan ekonomi warga. Di antaranya adalah kandang domba komunal, masjid, dan lahan untuk budidaya sayuran.
Bupati Trenggalek , Mochamad Nur Arifin, menambahkan bahwa Huntara merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebanyak 27 kepala keluarga (KK) akan menempati huntara, sementara 11 KK lainnya memilih tinggal di lahan milik sendiri.
"Sisa lahan Huntara dimanfaatkan untuk kandang domba komunal dengan bibit unggul yang bisa dipanen setiap tiga bulan. Ini diharapkan menjadi sumber ekonomi baru bagi warga terdampak bencana," jelas Mas Ipin.
Baca Juga : Gempa Guncang Pacitan, Atap Kantor Kecamatan Dongko di Trenggalek Runtuh
Dengan peresmian Huntara ini, Pemprov Jatim berharap warga korban tanah gerak dapat segera memulihkan kehidupan pasca-bencana. Huntara diharapkan menjadi langkah awal membangun harapan baru bagi masyarakat yang terdampak.
Bencana tanah gerak di Desa Ngrandu sebelumnya telah merusak sejumlah rumah dan mengancam keselamatan warga. Pembangunan Huntara menjadi bagian dari upaya tanggap darurat dan pemulihan oleh pemerintah. (Simon Bagus & Hammam Defa)
Editor : JTV Kediri



















