PONOROGO - Sebanyak 76 siswa baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo akan menjalani kegiatan belajar mengajar sementara di Sekolah Rakyat permanen di Madiun. Kebijakan tersebut diambil karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Ponorogo hingga kini belum dimulai.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo menerima 76 peserta didik baru, terdiri atas 16 siswa jenjang SD, 30 siswa SMP, dan 30 siswa SMA.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo, Devi Tri Candrawati, mengatakan seluruh siswa baru akan dititipkan sementara di Sekolah Rakyat permanen Madiun karena kapasitas Sekolah Rakyat rintisan di Ponorogo sudah tidak mencukupi.
"Untuk sementara seluruh peserta didik baru akan belajar di Sekolah Rakyat permanen di Madiun. Hal ini dilakukan karena gedung permanen di Ponorogo masih dalam tahap persiapan pembangunan, sementara kapasitas sekolah rintisan yang berada di Sentra Industri Ponorogo sudah tidak memungkinkan untuk menampung tambahan siswa," ujar Devi Tri Candrawati.
Baca Juga : Menikmati Kuliner Legendaris Warung Mbok Mi, Cita Rasa Pedesaan yang Tetap Bertahan di Ponorogo
Ia menjelaskan, meskipun proses pembelajaran berlangsung di Madiun, kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem pendidikan yang diterapkan tetap sama dengan Sekolah Rakyat di daerah lain di Indonesia.
Selain itu, seluruh kebutuhan siswa selama berada di Madiun, mulai dari akomodasi hingga fasilitas pendukung pembelajaran, akan ditanggung oleh pemerintah sehingga peserta didik dapat mengikuti proses belajar dengan nyaman.
Untuk mendukung pembinaan siswa, Sekolah Rakyat Terintegrasi 5 Ponorogo juga menugaskan enam orang wali asuh dan wali asrama yang berdomisili di Madiun. Mereka akan mendampingi siswa selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah tersebut.
Baca Juga : Hindari Orang Menyeberang, Sopir Truk Tabrak Kedai Nasi Goreng di Ponorogo
Sementara itu, sebanyak 109 siswa Sekolah Rakyat rintisan Ponorogo tetap menjalani proses pembelajaran di Gedung Sentra Industri Ponorogo. Adapun 76 siswa baru dijadwalkan berangkat ke Madiun pada 14 Juli 2026 untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebelum memulai kegiatan belajar mengajar.
Pemerintah berharap pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Ponorogo dapat segera direalisasikan sehingga seluruh peserta didik nantinya dapat mengikuti pembelajaran di daerah asal.
Editor : JTV Madiun

















