NGAWI - Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Taman Wisata Tawun setelah seorang pengunjung meninggal dunia akibat tenggelam. Salah satu rencana yang disiapkan adalah menambahkan asuransi bagi pengunjung dalam tiket masuk kawasan wisata.
Kepala Disparpora Ngawi, Wiwien Purwaningsih, mengatakan evaluasi dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan dan pelayanan kepada wisatawan. Taman Wisata Tawun sendiri merupakan salah satu destinasi yang dikelola Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Menurut Wiwien, kawasan wisata tersebut tetap dibuka untuk pengunjung setelah sebelumnya sempat ditutup sementara untuk kepentingan proses penyelidikan terkait insiden tenggelamnya seorang bocah berusia 9 tahun.
“Kami melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait keamanan. Ke depan kami juga berencana menambahkan asuransi dalam tiket masuk sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan kepada pengunjung.”
Evaluasi juga mencakup penataan personel di kawasan wisata, khususnya dalam mengantisipasi kondisi ketika jumlah pengunjung meningkat.
Peristiwa tenggelamnya pengunjung tersebut terjadi bersamaan dengan kegiatan Pasar Jadoel yang rutin digelar setiap Ahad Legi. Agenda tersebut membuat jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Taman Wisata Tawun meningkat sehingga pengelolaan dan pengawasan kawasan menjadi salah satu perhatian utama.
Disparpora Ngawi akan melakukan pembenahan terhadap sistem keamanan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang bocah berusia 9 tahun, warga Desa Tempuran, Kecamatan Paron, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kolam renang Taman Wisata Tawun pada Minggu.
Korban diduga berpindah dari kolam anak ke kolam dewasa ketika orang tuanya meninggalkan area kolam untuk berbelanja. Korban kemudian ditemukan dalam kondisi tenggelam dan sempat dibawa ke Puskesmas Kasreman, namun nyawanya tidak tertolong.
Editor : JTV Madiun



















