Menu
Pencarian


Dinkes Kabupaten Madiun Temukan 1.200 Kasus TBC, Hampir 30 Persen Dialami Anak

JTV Madiun - Sabtu, 17 Oktober 2026 14:35
Dinkes Kabupaten Madiun Temukan 1.200 Kasus TBC, Hampir 30 Persen Dialami Anak
Dinkes Kabupaten Madiun Temukan 1.200 Kasus TBC, Hampir 30 Persen Dialami Anak

MADIUN - Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun menemukan sekitar 1.200 kasus tuberkulosis (TBC) hingga pertengahan Oktober 2026. Temuan tersebut diperoleh melalui skrining kesehatan massal di 108 titik, dengan hampir 30 persen kasus dialami anak-anak.

Hingga pertengahan Oktober 2026, jumlah warga yang telah menjalani skrining mendekati 10 ribu orang. Capaian ini melampaui target awal sebanyak 9.194 orang. Pemeriksaan diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, penderita diabetes melitus dan HIV, serta anak-anak dengan kondisi stunting.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, menyampaikan bahwa skrining massal dilakukan untuk menemukan kasus sejak dini dan memastikan warga yang terdeteksi TBC mendapatkan penanganan medis. Tingginya proporsi kasus pada anak juga menjadi perhatian karena penularan dapat terjadi melalui kontak erat dengan penderita, terutama di lingkungan tempat tinggal.

Warga yang terdeteksi TBC diarahkan menjalani pengobatan secara teratur sesuai ketentuan medis. Pengobatan TBC umumnya berlangsung paling singkat enam bulan, bergantung pada kondisi pasien dan regimen yang ditetapkan tenaga medis. Dinas Kesehatan juga memberikan makanan tambahan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi pasien selama proses pemulihan.

Baca Juga :   Sambut Hari Santri, Puluhan Ribu Santri Banyuwangi Ikuti Kegiatan Cek Kesehatan Gratis

Melalui skrining dan penanganan sejak dini, Dinkes Kabupaten Madiun berupaya menekan penularan TBC sekaligus meningkatkan penemuan kasus di masyarakat. Kepatuhan menjalani pengobatan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung proses pemulihan pasien.

Editor : JTV Madiun






Berita Lain



Berlangganan Newsletter

Berlangganan untuk mendapatkan berita-berita menarik dari PortalJTV.Com.

    Cek di folder inbox atau folder spam. Berhenti berlangganan kapan saja.