KOTA BATU - Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan kembali menghadirkan program unggulan Scale Up Business Kota Batu Vol. 2 sebagai rangkaian Pasar Rakyat UMi 2025. Digelar selama dua hari penuh, 28–29 November 2025, acara ini menjadi penyelenggaraan kedua di tahun 2025, setelah edisi pertama sukses dilaksanakan dan mendapat antusiasme besar dari pelaku UMKM.
Berlangsung di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, program ini dirancang sebagai ruang akselerasi UMKM untuk naik kelas, mencakup peningkatan kapasitas produksi, penguatan branding, standar mutu, hingga perluasan pasar.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, membuka kegiatan dengan semangat optimis. Ia menyebut UMKM sebagai “urat nadi ekonomi Kota Batu” yang harus terus didorong agar semakin kompetitif.
“Kita ingin UMKM Kota Batu tidak hanya bertahan, tapi melesat! Ini waktunya mereka mendunia,” tegas Heli.
Heli juga menyoroti tantangan UMKM yang kian kompleks, mulai dari digitalisasi, persaingan pasar modern, hingga tuntutan kualitas. Namun ia meyakini pelaku usaha di Kota Batu memiliki kapasitas besar untuk terus berkembang.
“Banyak ide sederhana yang bisa menjadi produk luar biasa. Kita ingin kerja sunyi pelaku usaha menjadi sorotan utama dalam penguatan ekonomi daerah,” tambahnya.
Kegiatan ini turut menghadirkan Prof. Dr. Candra Fajri Ananda, SE., M.Sc, Guru Besar FEB Universitas Brawijaya, yang memberikan pemaparan strategis tentang pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Selain edukasi, Pemkot Batu memberikan penghargaan kepada instansi dan tokoh yang dinilai berperan besar dalam penguatan UMKM, antara lain Polres Batu, Kejaksaan Negeri Batu, Kemenag Kota Batu, Bea Cukai Malang, lembaga perbankan, akademisi, serta pelaku UMKM berprestasi.
Wawali Heli kembali menegaskan bahwa keberhasilan UMKM tidak bisa berjalan sendiri.
“Dukungan hukum, perizinan, sertifikasi halal, hingga promosi. Semua ini hanya bisa berjalan bila kita bergerak bersama. Dan hari ini, kita membuktikan bahwa Batu kompak,” ujarnya.
Sementara itu, Kadiskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan Scale Up Business untuk kedua kalinya di tahun ini merupakan bukti komitmen Pemkot dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat.
“Ini bukan sekadar pelatihan. Ini akselerasi. Kami ingin UMKM Kota Batu tumbuh lebih tangguh dan berdaya saing,” tegas Aries.
Aries juga menambahkan bahwa pasar global kini semakin terbuka lebar.
“UMKM kita harus berani masuk ke pasar internasional. Produk Kota Batu sudah terbukti unggul, tinggal kita kuatkan kualitas dan pemasarannya,” ungkapnya.
Dengan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, aparat penegak hukum, akademisi, dan pelaku usaha, Scale Up Business Vol. 2 diharapkan menjadi momentum penting bagi kebangkitan UMKM Kota Batu menuju level yang lebih tinggi. (Rafli)
Editor : JTV Malang



















