MALANG - Pemerintah Kota Malang memperkuat kesiapsiagaan bencana dengan membentuk posko penanggulangan bencana 24 jam. Pembentukan posko yang didukung penuh oleh TNI dan Polri untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.
Seluruh posko telah dilengkapi peralatan lengkap dan personel terlatih untuk merespons keadaan darurat. Posko tanggap bencana ditempatkan di sejumlah titik rawan dan diisi oleh personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, Linmas, serta relawan.
Keberadaan posko ini menjadi bentuk mitigasi bencana yang difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir dan tanah longsor. Peralatan pendukung seperti perahu karet, gergaji mesin, rompi pelampung, lampu penerangan, serta perlengkapan evakuasi sudah tersedia di setiap posko.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan seluruh sarana dan prasarana sudah ditempatkan dan siap digunakan kapan saja.
Baca Juga : Siaga 24 Jam Posko Bencana Siap Hadapi Cuaca Ekstrem
“Evaluasi terkait beberapa kejadian yang terjadi di Malang kemarin, kami sekarang mulai mendekatkan kepada titik-titik rawan dan siap siaga 24 jam dengan sarana prasarana. Serta ini bentuk antisipasi jika ada kejadian-kejadian,” ujarnya.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Nanang Haryono, menambahkan bahwa Polri telah mengerahkan kekuatan penuh dalam kesiapsiagaan bencana.
“Kami telah menyiapkan empat posko tanggap bencana dan semua anggota kami siapkan,” tegasnya.
Baca Juga : Cuaca Ekstrem, Pemkot Malang Siagakan Posko Siaga Bencana 24 Jam
Sebelumnya, Nanang juga menyebut bahwa 48 personel Polri disiagakan setiap hari, dengan delapan personel di tiap pos secara bergiliran melalui tiga shift selama 24 jam.
Saat ini, fokus utama penanganan diarahkan ke Kecamatan Blimbing dan Lowokwaru, dua wilayah yang paling sering dilanda banjir. Meski demikian, Kecamatan Sukun, Kedungkandang, serta Klojen tetap berada dalam pemantauan intensif aparat dan relawan.
Dengan penguatan sistem siaga bencana ini, Pemerintah Kota Malang berharap dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir dan penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat, terorganisir, dan efektif. (Fadillah Putri)
Editor : M Fakhrurrozi



















