TULUNGAGUNG - Satlantas Polres Tulungagung mengambil pendekatan yang tidak biasa untuk menyentuh kesadaran para pengendara. Dalam sosialisasi keselamatan berlalu lintas, mereka menghadirkan cosplay korban kecelakaan, termasuk seseorang yang berdandan seperti pocong dan keranda jenazah, untuk memberikan efek kesan yang mendalam.
Sosialisasi bertajuk " Korban Kecelakaan" ini digelar di Simpang Empat Jepun pada Kamis siang (27/11/2025). Aksi ini merupakan bagian dari Operasi Zebra Semeru 2025 yang fokus pada tindakan pencegahan.
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Muhammad Taufik Nabila, menjelaskan bahwa ide ini sengaja dirancang untuk menggugah emosi dan kesadaran masyarakat.
"Kami ingin pesan keselamatan itu benar-benar meresap. Dengan melihat visualisasi korban yang langsung, seperti pocong dan keranda, diharapkan bisa menyentuh hati para pengguna jalan untuk lebih tertib. Tujuannya satu, menekan angka kecelakaan di Tulungagung," ujar Taufik.
Selain melalui visual yang mencolok, pihaknya juga melakukan pembagian helm gratis secara langsung kepada pengendara motor. Langkah ini sebagai bentuk solusi nyata di samping teguran.
Di sisi lain, selama sembilan hari pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2025, Satlantas Polres Tulungagung telah menindak tegas sekitar 5.000 pelanggar. Tindakan yang diberikan bervariasi, mulai dari teguran langsung hingga tilang, baik secara elektronik (e-tilang) maupun manual.
Sayangnya, di tengah gencarnya operasi, catatan kecelakaan masih terjadi. Polisi mencatat, dalam kurun waktu yang sama, telah terjadi 19 kali kecelakaan lalu lintas. Insiden tersebut merenggut satu nyawa dan menyebabkan 32 orang luka-luka.
Data ini semakin menguatkan pentingnya komitmen bersama untuk selalu berhati-hati dan mematuhi semua peraturan di jalan raya. Upaya kreatif Satlantas Polres Tulungagung diharapkan dapat menjadi pengingat yang ampuh bahwa keselamatan berkendara adalah tanggung jawab setiap individu. (Agus Bondan-Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri



















