PROBOLINGGO - Banjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mulai berangsur surut pada Minggu (18/1/2026). Seiring surutnya genangan, warga mulai membersihkan rumah dari material lumpur sisa banjir, sementara Bupati Probolinggo mengajak seluruh pihak bergotong royong menangani dampak bencana.
Pada Minggu pagi, Bupati Probolinggo Mohammad Haris atau Gus Haris meninjau langsung sejumlah wilayah terdampak banjir, salah satunya di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi warga serta penanganan pascabanjir berjalan dengan baik.
Bupati menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Probolinggo sejak Sabtu sore hingga malam hari, sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke permukiman warga.
“Ini terjadi karena curah hujan memang sangat luar biasa,” kata Gus Haris.
Baca Juga : Gerindra Usung Gus Haris-Ra Fahmi di Pilkada Kabupaten Probolinggo
Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya merespons lebih cepat, melakukan assessment yang lebih terarah, serta memperkuat mitigasi lebih dini, dengan berkaca pada penanganan bencana banjir yang terjadi pada akhir 2025.
Menurut Bupati, bencana banjir kali ini terjadi di seluruh daerah rawan bencana di Kabupaten Probolinggo. Karena itu, diperlukan penanganan menyeluruh dan penguatan kolaborasi lintas sektor agar penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif.
“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu gotong royong semua pihak, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Damkar dan OPD terkait, Forkopimcam, relawan, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menanggulangi dampak banjir ini,” ujarnya.
Baca Juga : PKS Turunkan SK untuk Gus Fawait di Jember dan Gus Haris di Kabupaten Probolinggo
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Probolinggo, banjir merendam ratusan rumah warga di tujuh kecamatan, yakni Tongas, Sumberasih, Krejengan, Kraksaan, Maron, Gading, dan Besuk.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada pondok pesantren dan lahan pertanian, serta menyebabkan tanggul sungai di Kecamatan Krejengan jebol dan jembatan penghubung antar dusun di Desa Brani Wetan putus.
Meski kondisi mulai membaik, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera melapor kepada petugas jika terjadi kondisi darurat. (*)
Editor : A. Ramadhan



















